Parkir Liar Teluk Nara Akhirnya Ditertibkan

Parkir Liar Teluk Nara Akhirnya Ditertibkan
TERMINAL : Petugas Dishublutkan yang ditugaskan tengah sibuk mengatur parkir bus-bus pariwisata sejak hari ini (kemarin). (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) Lombok Utara akhirnya menggandeng aparat keamanan untuk mengimbau bus pariwisata yang terparkir liar di luar areal terminal milik pemerintah daerah.

Imbauan ini dilakukan Dishublutkan menyusul teguran Bupati Najmul Akhyar karena tidak maksimalnya pengelolaan terminal Teluk Nara. Teguran keras ini juga disampaikan orang nomor satu di Gumi Dayan Gunung itu, mengingat anggaran pembangunan fasilitas pemerintah itu menelan miliaran rupiah tahun 2016 lalu. Tim gabungan terdiri puluhan orang ini bergerak mulai dari pukul 09.00 Wita hingga 12.00 Wita, Kamis kemarin (2/11).

BACA JUGA :  Siswa SMPN 1 Pemenang Praktik Saring Air Limbah

Satu per satu kendaraan bus pariwisata yang terparkir di luar diimbau masuk ke areal terminal, baik di bahu jalan maupun areal parkir pribadi di depan terminal. Imbauan ini langsung dipimpin Kepala Dishublutkan Agus Tisno, Kepala Satpol PP Achmad Dharma, dan jajaran Polres Lombok Utara. “Hari ini kita langsung action menindaklanjuti perintah pak bupati agar memaskimal keberadaan terminal Teluk Nara ini,” kata Agus Tisno kepada media.

Lebih lanjut, Mantan Kabag Ekonomi Setda Lombok Utara ini mengaku upaya pemanfaatan lahan parkir di area terminal ini tidak hanya belaku pada bus-bus angkutan wisatawan, melainkan berlaku juga bagi para pengusaha yang memiliki dermaga pribadi. Jadi, meskipun mereka merupakan tamu pribadi mereka tetap harus parkir di area terminal.

Di terminal ini, pihaknya sudah menempatkan petugas setiap hari yang bergiliran. Ada tiga personel yang sudah ditempat untuk mengelola lahan parkir di sini. Pihaknya bahkan akan melakukan upaya persuasif apabila para pelaku wisata jasa transportasi yang memanfaatkan dermaga Teluk Nara untuk menyebrang ke tiga gili tidak mengindahkan keinginan pemerintah daerah. “Kita adakan pertemuan dulu dengan para pelaku wisata jasa transportasi. Kemungkinan output-nya adalah dengan bersama-sama menandatangani surat pernyataan bersedia bekerja sama dengan pemda,” katanya.

Menurutnya, kesemerawutan yang terlihat akibat tidak teraturnya tempat parkir bus-bus angkutan wisatawan maupun kendaraan travel di jalan raya mengganggu kenyamanan lalu lintas. Apabila terminal ini dimanfaatkan, otomatis akan membantu daerah dalam memaksimalkan potensi pendapatan yang ada.

Awalnya, kata Agus Tisno, para pelaku usaha memprotes rencana pemerintah dengan alasan fasilitas tidak seperti dibayangkan. Misalnya, tidak berfungsinya fasilitas yang ada di terminal. Namun, setelah melalui pertemuan awal para pengusaha sudah bisa memahami apa yang diinginkan oleh pemerintah. “Kita akan berkoordinasi juga dengan instansi terkait, sepeti Dinas Perdagangan untuk memaksimalkan gerai pedagang yang sudah dibangun oleh pemerintah. Karena percuma saja dibangun jika tidak dimanfaatkan oleh pedagang,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Lombok Utara H Muhammad menyatakan, penataan Teluk Nara sinkron kaitannya dengan pariwisata. Untuk itu, ketika pelabuhan ini bisa berjalan maka pungutan retribusi juga akan selaras mengikuti. “Pariwisata sangat berkaitan dengan transportasi,” ucapnya.

BACA JUGA :  Cerita Keluarga Mahmud, Selamat dari Amukan Puting Beliung

Dikatakan, dermaga Teluk Nara ini bisa dimanfaatkan maksimal apabila para pelaku bisa diajak bekerja sama dengan pemerintah. “Kita sudah siapkan fasilitasnya. Sudah semestinya dimanfaatkan. Demi kenyamanan wisatawan yang akan berrkunjung ke tiga gili,” tandasnya.

Menginjak sisa waktu tinggal dua bulan lagi, Muhammad mengklaim kunjungan wisatawan sudah tercatat sekitar 700 ribu orang lebih. Pihaknya optimis jika target sebesar 1 juta kunjungan itu dapat terealisasikan. (flo)