Pariwisata Loteng Menjadi Primadona di NTB

air terjun Benang Kelambu
BENANG KELAMBU: Inilah air terjun Benang Kelambu yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Lombok Tengah. (IST/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Geliat perkembangan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lombok Tengah semakin hari kian menunjukan kemajuanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Lombok Tengah HL Moh Putria menyampaikan, hal itu dilihat dari banyaknya wisatawan  yang berkunjung, baik lokal maupun mancanegara . Untuk tiga bulan ini saja tercatat sebanyak 19 ribu wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata di Loteng. Bahkan ia meyakini bahwa hingga akhir bulan nanti wisatawan yang akan mengunjungi Loteng hingga mencapai 76 ribu. “Kalau target kunjungan wisata ke Lombok Tengah hingga akhir bulan ini saja akan bisa mencapai 76 ribu saking banyaknya yang dating. Karena kita ketahui bersama bahwa pariwisata yang ada di Lombok Tengah bagaikan primadona. Bukan  hanya di NTB saja bahkan sudah tingkat nasional,” ungkapnya  Jumat kemarin (14/7)

Keindahan wisata yang dimiliki oleh Lombok Tengah membuat pemerintah provinsi maupun pusat juga dijadikan prioritas sehingga hal tersebut sangat menguntungkan destinasi wisata yang ada di Loteng. ”Di samping itu  destinasi kita luar biasa karena semua pendukung destinasi kita ada di Loteng seperti keindahan alam, kultur budaya dan religi. Semua itu didukung dengan ritual budaya yang begitu banyak historisnya,”tambahnya.

Dijelaskan bahwa semua jenis pariwisata ada di Lombok Tengah, seperti losindem maupun  pariwisata yang ada kaitanya dengan olahraga seperti dirgantara dan masih banyak lainya. “Bahkan kejuaraan paralayang berskala internasional dan dihadiri oleh 22 negara juga pernah kita lakukan di Lombok Tengah, itu membuktikan bahwa pariwisata di daerah ini sangat sempurna,” sanjungnya.

Begitu juga dengan  potensi lain seperti diving dan surfing semua ada bahkan saat ini pihak pemkab sendiri sudah membuka tracking menuju gunung Rinjani. “Untuk tracking ini kita sudah memiliki surat kerja (SK) dan nanti kita akan kembangkan terus menerus sehingga pariwisata di Lombok Tengah bisa melejit hingga internasional,” ujarnya.

Tracking yang dibuat di Gunung Rinjani tersebut merupakan satu satunya tracking yang paling dekat dengan  bandara serta tracking yang memiliki historis sejarah. Menurutnya bahwa histori yang dimiliki tracking tersebut karena pada zaman dulu para pemangku dan para tokoh adat kalau mau  ke gunung Rinjani harus singgah di beberapa gunung sebelum mencapai puncak. “Tracking yang kita miliki karena historinya kalau dulu jika tokoh adat kita mau ke Rinjani maka harus bertapa dulu di gunung Sawing atau gunung Beleq. Setelah itu baru mampir di Siledendeng,  terus jalan ke Stokel Benang Kelambu untuk mandi. Setelah semua peroses tersebut sudah berjalan, maka  baru para tokoh adat itu naik ke Rinjani. Jadi sekalian ada napak tilas para pemangku dan tokoh adat yang ada di Lombok,” ujarnya.

Dijelaskan juga bahwa kendati banyak wisatawan yang berkunjung ke Lombok Tengah, namun para wisatawan tersebut dalam kurun waktu satu tahun hanya sebanyak 60 ribu yang bisa menginap. Hal itu karena minimnya fasilitas penginapan seperti hotel yang tersedia di tempat itu. “Kita minim tempat penginapan saja karena dalam kurun waktu satu tahun saja hanya 60 ribu yang menginap. Sementara yang berkunjung sudah ratusan ribu. Kita tidak bisa menampung karena kamar hotel juga di Lombok tengah hanya sedikit,” tandasnya. (cr-met)

BACA JUGA :  Daerah Galian C dan Pariwisata Dipasangi Rambu