Pariwisata Halal NTB Kembali Digaungkan

Pariwisata NTB
Pariwisata NTB

MATARAM – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI terus menggaungkan Bangga Berwisata di Indonesia. Salah satunya pariwisata halal kembali didorong untuk membangkitkan parwisata dan NTB menjadi salah satu daerah yang diandalkan untuk mengambangkan pariwisata halalnya.

Ada 5 daerah yang diandalkan sebagai keunggulan dalam mengembangkan Halal Tourism, diantaranya Aceh, Sumatera Barat, NTB, Kepulauan Riau dan DKI Jakarta. Sementara, itu ada empat yang dijadikan unggulan, yakni Aceh, Sumbar, NTB dan DKI Jakarta, karena berhasil meraih penghargaan dalam ajang World Halal Tourism Award 2016 lalu.

“Wisata halal ini muncul karena melihat segmen pasarnya dari wisatawan Timur Tengah dan negara Islam di dunia. Kalau kembali digaungkan sangat potensial sekali, khususnya Lombok,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu Hasbulwadi, Minggu (15/8).

BACA JUGA :  50 Persen Hotel di Mandalika Terpaksa Tutup

Terlebih lagi Lombok sendiri bisa menjadi incaran wisatawan Timur Tengah untuk berkunjung. Mengingat Lombok dikenal dengan 1000 masjid, selain itu beberapa hotel, restoran hingga tempat SPA pun sudah serftifikat halal, sehingga lebih mudah menarik wisatawan.

“Lombok ini menjadi salah satu destinasi global dan terbukti dari data yang ada memang kebanyakan untuk turis mancanegara itu kebanyakan dari Timur Tengah dengan konsep wisata halal,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Limit Transaksi QRIS Naik Menjadi Rp 5 Juta

Untuk diketahui, potensi pariwisata halal yang dimiliki Indonesia sangat luar biasa. Ada lebih dari USD 1,6 triliun dan sudah membuka peluang bagi industri global pariwisata atas kebutuhan yang berkualitas dari wisatawan muslim. Untuk itu Kemenparekraf mengajak seluruh pihak mendorong konsep ‘Berwisata di Indonesia Aja’ salah satunya dengan mengunjungi situs-situs religi di Indonesia.

“Potensi pariwisata halal ini sangat luar biasa, ini mungkin yang perlu kita kolaborasikan dengan beberapa pihak untuk sama-sama mengaungkan. Terlepas dari keterbetasan yang ada, terutama anggaran,” ungkapnya. (dev)