Pariwisata Dibuka Juni, Bali Prioritaskan Vaksinasi Tiga Kawasan

Alas Harum Bali, salah satu objek wisata Bali yang digemari wisatawan. (DERI HARJAN/RADAR LOMBOK)

DENPASAR–Industri pariwisata menjadi sektor yang paling terpuruk akibat pandemi covid-19 sehingga dibutuhkan langkah mitigasi.

Bagaimana tidak, saat ini, hampir seluruh negara di dunia menerapkan lockdown atau karantina wilayah yang membatasi perjalanan masyarakat.

Alih-alih ke luar negeri, kegiatan di luar rumah pun dibatasi guna memutus mata rantai penyebaran virus.

Daerah yang paling terdampak saat ini adalah Bali. Sebab industri andalannya adalah pariwisata.
Nah, Juni atau Juli 2021, penerbangaan mancanegara akan dibuka di Bali. Untuk itu banyak persiapan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali.

Apa saja persiapannya menjadi keingintahuan Pemerintah Provinsi NTB. Mengingat bangkitnya pariwisata Bali akan berdampak ke NTB. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi NTB studi banding ke Bali
Pada Rabu (31/3/2021).

Rombongan dipimpin Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi diikuti Dinas Kominfo Provinsi NTB, Forum Wartawan Parlemen NTB, dan Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) NTB.
Pertemuan berlangsung di kantor Dinas Kominfo Bali.

Pada kesempatan itu, Sambirang Ahmadi menyampaikan bahwa kedatangannya bukan hanya silaturahmi biasa. Tetapi untuk belajar bagaimana menghidupkan dan mengembangkan pariwisata di tengah pandemi.

BACA JUGA :  Vaksinasi Gelombang III, Lobar Mantapkan Langkah Sambut Wisatawan

“Bagaimana menghidupkan dan mengembangkan pariwisata, ya tentu Bali menjadi guru bukan hanya Lombok tapi seluruh dunia. Tentu kita ingin teman-teman ini mendalami soal itu karena NTB inginlah walaupun tidak bisa persis seperti Bali tapi bisa ngekor-ngekor sedikitlah NTB ini dengan Bali karena kita bertetangga,” kata, Sambirang Ahmadi.

Kepala Dinas Pariwisata Bali melalui Kasi Sarana Promosi dan Komunikasi Digital (SPKD) Dewa Dwijayendra menjelaskan, Pemprov Bali memiliki tekad kuat bagi pemulihan pariwisatanya. Vaksinasi di tiga kawasan prioritas dilakukan pemerintah pusat melalui Kemenparekraf dengan membuat tiga zona hijau di Provinsi Bali yakni Ubud, Sanur dan Nusa Dua.

“Jadi tiga daerah tersebut akan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi sekitar 170 ribu vaksin disiapkan bagi penduduk dan pelaku pariwisata yang ada di zona tersebut. Dengan tervaksinnya penduduk dan pelaku pariwisata di tiga zona tersebut maka penyebaran virus covid-19 dapat melandai,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Hilal Tak Terlihat di Pantai Loang Baloq, Awal Ramadan Tunggu Sidang Isbat

Dewa mengungkapkan bahwa bulan Juni atau Juli 2021 belum bisa dipastikan pariwisata Bali untuk wisman akan dibuka. Namun itu merupakan arahan Presiden Jokowi secara langsung. Dengan syarat kasus covid-19 melandai. Usaha yang dimaksimalkan dalam mewujudkan itu adalah vaksinasi di tiga zona tersebut.

“Apabila dirasakan sudah siap maka akan dicoba menerima kunjungan wisatawan mancanegara yang hanya diarahkan di tiga zona tersebut. Jadi itu rencana yang saat ini sih masih on the track. Sambil berjalan akan terus dievaluasi sebab ini adalah uji coba. Apabila berjalan lancar maka nanti zona hijaunya akan dibuka dan diperluas lagi,” ujarnya.

Sejauh ini untuk CHSE sudah dimaksimalkan untuk industri pariwisata mulai dari hotel, restoran, transportasi hingga DTW. Hingga saat ini sebanyak 877 industri pariwisata telah di-assessment ditambah dari Kemenparekraf sebanyak 973 industri  yang telah disertifikasi.

“Jadi totalnya 1.850 yang sudah dan ini masih terus berjalan,” tutupnya. (der)