Pantai Labuhan Haji Kerap Dijadikan Tempat Mesum

Pantai Labuhan Haji Kerap Dijadikan Tempat Mesum
MESUM : Tampak pengunjung pantai Labuhan Haji yang masih usia pelajar tampak tidak malu berbuat senonoh di Pantai Labuhan Haji. Mereka terkesan tidak peduli dengan orang sekitar yang ramai lalu lalu lalang. (M GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Camat Labuhan Haji, Suarno meminta Satpol PP Lombok Timur agar kerap melakukan razia di seputaran kawasan wisata pantai Labuhan Haji. 

Permintaan ini disampaikan Suarno mengingat objek wisata itu kerap dijadikan tempat mesum para pengunjung yang statusnya bukan pasangan suami istri. Terutama para pengunjung yang usia masih remaja. Tanpa malu-mau mereka melakukan perbuatan asusila di tempat terbuka tanpa peduli dengan orang sekitar. ‘’Para pengunjug yang berbuat mesum di Labuhan Haji ini terkesan sudah menjadi pemandangan biasa,‘’ tutur Suarno kepada Radar Lombok, Senin kemarin (28/1).

BACA JUGA: Pantai Labuhan Haji Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah

Menurutnya, perbuatan senonoh para pengunjung jelas sangat tidak dibenarkan. Selain merusak citra dan moral, tentunya juga  tidak dibenarkan dalam agama. Selaku pihak yang punya kewenangan di wilayah itu, Suarno sendiri telah berulang kali turun melakukan operasi dan razia  mengawasi aktivitas para pengunjung. Baik sendiri maupun melibatkan petugas dari Satpol PP. ‘’Biasanya yang kita temukan pasangan muda mudi yang duduk berdua di atas motor dan juga pinggir pantai. Kita pun langsung hubungi Pol PP,‘’ sebut dia.

Apa yang menjadi kewenangannya  sepenuhnya telah dilakukan, termasuk menanggapi keluhan dan keresahan masyarakat. Hal itu tentunya tidak bisa dilakukan sendiri melainkan ada pihak yang lebih berwewenang menindak pengunjung yang berbuat asusisila di tempat itu. ‘’Kalau kita sendiri tentu tidak sanggup. Karenanya yang punya kewenangan adalah Pol PP selaku institusi penegak perda,‘’ terangnya. 

Untuk itu, Pol PP diminta supaya lebih intens turun melakukan patroli ke Labuhan Haji. Jangan hanya sekadar menunggu dan menerima laporan. Para pengunjung yang  kedapatan berbuat asusila di tempat umum  agar diberikan sanksi yang lebih tegas. Karena apa yang mereka lakukan jelas telah menggangu ketertiban umum seperti yang diatur dalam perda. Para pelakunya pun supaya digiring ke kantor Pol PP untuk diintrogasi. Selanjutnya keluarga kedua belah pihak, terutama orang tuanya dipanggil agar mengetahui perbuatan yang dilakukan anaknya. ‘’Bahkan bila perlu dinikahkan langsung jika sudah ada persetujuan dari orang tuannya. Dan hal itu juga kita lakukan ketika saya masih tugas di Pol PP. Selain itu, kita juga mengingkan agar di setiap kecamatan itu ditempatkan Pol PP, seperti di daerah lain,’’ usulnya.

BACA JUGA: Giliran Warung Maksiat di Labuhan Lombok Dibongkar

Plh Kasatpol PP Lotim, Salmun Rahman sebelumnya mengaku intens melakukan patroli di wilayah Labuhan Haji. Terutama ketika ada laporan dari masyarakat jika ditemukan pengunjung yang kedapatan berbuat asusila di tempat itu. ‘’Dan ini tentunya juga menjadi masukan bagi masyarakat. Yang jelas kita tidak akan biarkan lokasi-lokasi seperti itu dijadikan sebagai tempat maksiat,‘’ tegas Salmun. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut