Pantai Labuhan Haji Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah

Pantai Labuhan Haji
KUMUH: Kondisi pantai Labuhan Haji yang merupakan salah satu pantai kebanggaan Lombok Timur, tetapi pantai ini penuh dengan sampah. (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Kondisi kawasan objek wisata Labuhan Haji Lombok Timur, sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, kodisi kebersihan di kawasan objek wisata pantai itu ditumpuki sampah. Kondisi sekaligus seolah mengubah objek wisata menjadi tempat pembuangan sampah.

Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Lombok Timur, Muhir mengatakan, saat ini sudah ada komunikasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) setempat untuk melakukan gerakan bersama seluruh kepala desa se-Lombok Timur dengan tema penataan lingkungan desa yang berorientsi sapta pesona. “Tujuan ini nantinya, kepala desa yang akan menata desa dengan memberikan keamanan. Dan ini masih kita kemonikasikan agar DPMD mau mengarahkan agar desa membangun sapta pesona,” jelas Muhir, Senin kemarin (28/1).

BACA JUGA: Giliran Warung Maksiat di Labuhan Lombok Dibongkar

Saat ini, banyak desa yang sudah menyulap tempat-tempat kumuh menjadi objek wisata. Hal-hal seperti ini yang harus tetap dilaksanakan sehingga nantinya tidak ada tampat kumuh yang ditemukan di Lombok Timur. “Untuk memasarkan destinasi yang ada, terutama budaya kultur harus ada koordinasi dengan kebudayaan,” ujarnya.

Begitu juga dengan kondisi pantai yang ada di Lombok Timur ini yang kondisinya masih kumuh, tentunya harus ada kerja sama dari Dinas Pariwisata dengan Dinas Lingkungan Hidup. Dengan adanya kerja sama ini dapat mengetahui gerakan apa saja yang akan dilakukan demi mengelola pantai-pantai yang ada saat ini. “Untuk mencegah adanya sampah yan numpuk ini, hal yang kita lakukan memberikan masyarakat pengumuman tentang pentingnya kebersihan, kenyamanan dan yang lainnya,” akunya.

Disampaikannya juga, dengan kondisi wisata terutama pantai saat ini, membuatnya kesulitan melakukan pemasaran terhadap dunia luar tentang keindahan lokasi wisata yang ada di Lombok Timur. “Yang saya khawatirkan pada saat kita pasarkan kondisinya sangat bagus, tetapi pada saat wisatwan datang ke lokasi yang kita pasarkan ini ternyata kumuh. Saya tidak mau seperti itu,” ujarnya.

BACA JUGA: Warga Lombok Timur Diimbau Waspada Pohon Tumbang

Namun, sambungnya, agar objek wisata kita tetap terjaga, yang harus dilakukan bagaimana mengembangkan tingkat kesadaran masyarakat kita untuk tetap menjaga lingkungan sekitar. “Kalau sekarang saya ditanya karena kondisi kumuh ini membuat saya kesulitan menjual wisata kita sebenarnya bukan itu, tetapi akan membuat orang sulit percaya,” tandasnya. (wan)