Pansel Kantongi Nama 3 Besar

MATARAM – Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Tinggi Pratama atau eselon II lingkup Pemerintahan Provinsi NTB, telah mengantongi nama-nama peserta yang masuk 3 besar dengan nilai tertinggi pada 11 jabatan yang dilelang.

Penentuan peserta yang masuk 3 besar pada masing-masing jabatan tersebut setelah pansel melakukan rapat tertutup pada Rabu sore (10/8). “Kita rapat dari jam 02.00 siang sampai sore, tiga peserta dengan nilai tertinggi sudah kita putuskan dan kantongi,” ungkap Sekretaris Pansel H Abdul Hakim kepada Radar Lombok via telepon.

Sepanjang dilaksanakannya seleksi terbuka, 62 peserta telah mengikuti tahapan seleksi dengan serius. Kini, dari 62 peserta yang tersisa tinggal 33 orang. “Jadi semua jabatan yang kita lelang sudah ada tiga besarnya, makanya cukup lama kita rapat tadi,” imbuhnya.

Hakim menjamin para peserta tidak ada yang mengetahui nilainya. Semua proses seleksi dilakukan dengan menjaga integritas dan tanpa intervensi dari pihak manapun. Peserta yang masuk tiga besar adalah karena memang lebih baik dari peserta lainnya.

Saat ini kata Hakim, pansel akan mendalami para peserta yang masuk 3 besar. Terutama rekam jejak peserta tersebut selama mendapatkan amanah, termasuk prestasi dan berbagai gebrakan yang pernah dilakukannya pada jabatan lama. “Kita memang mau dalami lagi agar kita benar-benar yakin bahwa yang terpilih adalah yang terbaik diantara yang baik,” ucapnya.

Pendalaman rekam jejak akan dilakukan sampai tanggal 16 Agustus untuk finalsiasi. Kemudian pada hari itu juga, nama-nama peserta yang masuk tiga besar akan langsung disetor ke pembina kepegawaian dalam hal ini Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi. Nantinya, Gubernurl yang memilih satu orang dari 3 peserta dengan nilai tertinggi tersebut.

Lalu siapakah yang berhasil masuk tiga besar pada jabatan yang dilamarnya ? Hakim mengaku belum bisa mempublikasikannnya ke publik, pasalnya penilaian yang telah diberikan tersebut semua tergantung gubernur. “Maaf tidak bisa saya bocorkan kalau nama-namanya, peserta juga tidak tahu apakah mereka masuk tiga besar atau tidak,” jawab Hakim.

Peserta yang telah mengikuti seleksi sebanyak 62 orang. Peserta pada jabatan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yaitu Syamsudin, Nyoman Sembah, H Aminurrahman, Muhamad Jaelani, Erwin Kusbianto dan Ibnu Fikhi. Kemudian pada jabatan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), yang lulus yaitu Hasbullah, H Suniri, Mustajab Hakim, M Alimin, Amiril Mukmin Purnama Dewata, Lalu Hamdi dan Sasi Rustandi.

Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan yaitu Rachman Sahnan Putra dan Nurhandini Eka Dewi. Kemudian Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil ada nama H Lalu Saswadi, H Azhar mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muhamad, Ashari mantan Sekretaris DPRD NTB, Abdul Hamid, Ahsanul Halik Kepala Disnakertrans Kota Mataram, M Ilham, M Fajar Taufik, Lalu Sumantri dan H Masnun Hasbullah.

Selanjutnya untuk Sekretaris Bakorluh ada nama Ni Nyoman Retti Wimartini, Andi Pramaria mantan Kepala Dinas Kehutanan NTB, Lalu Suaidi, Mokhlis dan H Muslimin. Berikutnya jabatan Kepala BP3AKB yaitu Ahamd Masyhuri yang saat ini menjadi Sekretaris BKD-Diklat NTB, Latif Yanti Wasitatun Sekretaris Dinas Kehutanan, Ely Suriany, Bq Eva Nurcahya Ningsih, Retno Untari, Bambang Sugeng Ariadi dan Baiq Rusniyati.

Sementara untuk jabatan Kepala Biro Pemerintahan adalah Irnadi Kusuma, Moh Muldani dan Chairy Chalidyanto. Kemudian jabatan Kepala Biro Hukum, ada nama Ruslan Abdul Gani, Lalu Wijaman, Junahri dan Mutawalli. Berikutnya di Kepala Biro Umum, ada nama Fathul Gani yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris BPMPD NTB, Subhan Hasan, Seridana, Lalu Hilyun, Sigit Catur Prasetya dan H Isnanto Karyawan.

Selanjutnya untuk Kepala Biro Kerjasama yaitu Zainal Abidin, Ahlul Wakti, Lalu Basuki Rahman, Wirajaya Kusuma, Moh Abduh, Lalu Hasbulwadi, Sarudi dan Madani Mukarom. Jabatan yang terakhir Dirut RSUD Provinsi NTB bersaing 3 orang yaitu Hasbi Santoso, Laily Indrayanti Yusuf dan Lalu Hamzi Fikri yang merupakan Plh Dirut saat ini.

Disampaikan Abdul Hakim, rekam jejak bobot nilainya 20 persen. Selain rekam jejak, empat komponen yang dinilai dalam seleksi jabatan yaitu administrasi sebesar 15 persen. Selanjutnya tes manajerial/psikologi 30 persen, isi makalah 20 persen dan wawancara 15 persen. “Bobot penilaian kita itu lima item,” tutunya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid