Pangkalan Pelacur di Kota Mataram Minta Ditertibkan

Pangkalan Pelacur
PANGKALAN : Inilah pasar Panglima yang dijadikan pangkalan Pelacur setiap malam. (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM—Miris! Pangkalan pelacur di Kota Mataram yang sudah cukup terkenal masih  saja membuat keresahan. Ironisnya, pangkalan tersebut ada di kawasan Pasar Panglima, Jalan Kebudayaan, Lingkungan Jeruk Manis, Kelurahan Cakranegara.

Para PSK ini masih tampak beroperasi setiap malam. Meski sudah beberapa kali ditertibkan Satpol PP. Bahkan mereka diberikan pembinaan khusus di panti sosial. Namun setelah keluar, mereka tetap mangkal ke lokasi. 

Plt Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana meminta, petugas pasar hendaknya bertindak tegas. Ia minta petugas pasar tidak bosan terus berkoordinasi dengan Satpol PP.

Modus para pelacur beroperasi di tempat ini dengan mangkal pada malam hari. Sementara tempat eksekusi bersama pria hidung belang berada di dalam lapak pedagang, maupun membayar tempat dibeberapa tempat bedek dekat lokasi.

Pelacuran di lokasi ini bukan baru-baru ini saja. Bahkan sudah tersohor di NTB dengan sebutan ‘pasar beras’. Harganya pun seperti penawaran dalam pasar. Para pelacur membandrol diri dari harga Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk sekali main dengan durasi short time.

Mohan menyayangkan penyelewengan manfaat pasar tradisional tersebut. Terlebih setiap hari ada aktivitas jual beli di pasar tersebut.

‘’Saya minta kepala pasar maupun petugas untuk tidak bosan-bosan tertibkan. Terus tertibkan setiap malam, apakah mereka bosan atau kita yang bosan,’’ tegasnya.

Terpisah, Anggota Komisi I DPRD Kota Mataram, H Husni Thamrin meminta, ada langkah baru dilakukan pemerintah Kota Mataram dalam penertiban. Praktis, tidak ada lagi  penyalahgunaan tempat berjualan para pedagang.

‘’Sangat miris kita melihatnya karena ini sudah beberapa tahun. Kita minta segera disikapi bersama apalagi revitalisasi pasar sudah dilakukan,’’ katanya.

Ia meminta, ada langkah bersama antara dinas terkait. Bukan hanya Satpol PP, tapi dari tingkat bawah lurah, camat, harus bergerak cepat. Sehingga  virus tidak menjalar ke lokasi lain. (dir)