Pangdam IX Udayana Kunker ke NTB

Pangdam IX Udayana Kunker ke NTB
Kunker: Pangdam IX Udayana Mayor Jenderal TNI Komaruddin Simanjuntak saat pidato. (Ist/radar lombok)

PRAYA-Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal  TNI Komaruddin Simanjuntak  mendatangi Kodim 1620/WB Lombok Tengah.

Kedatangan pangdam IX Udayana ke Kodim 1620 Loteng, dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker), sekaligus safari ramadhan. Safari kali ini sebenarnya cakupan Se NTB, namun dipusatkan di Kodim 1620/Loteng.

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya Danrem 162/WB, Letkol Inf.Budi Prassetyo (Waaster), Kasrem 162 WB, Dandim 1606Lobar, Dandim 1608 Bima, Dandim 1614 Dompu.

Selanjutnya, Dandim 1607 Sumbawa, Dandim 1615 Lotim, kasi intelrem 162 WB, Kasi Opsrem 162 WB, Dandem Pal Mataram, Danden Kes Mataram, Serda Aditya (Adc), Serda K. Dara Maulid.

Dalam pengarahannya pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Komarudin Simanjuntak mengatakan, sebagai seorang prajurit, membela keutuhan NKRI adalah harga mati, yang harus dipertahankan diatas kepentingan pribadi

Oleh karena itu, TNI harus mampu sebagai garda terdepan, dalam menjaga keutuhan republik tercinta ini.

Dikatakan, sebagai seorang pemimpin, harus memberikan contoh kepada bawahannya, janganlah memberi contoh dengan Body Contack.

Sebab tipe seorang pemimpin yang seperti diatas, itu menandakan pemimpin yang cepat putus asa dan TNI sangat melarang, karakter pemimpin seperti itu.

“Saya melarang keras karakter pemimpin dengan cara mengedepankan body contak dan ini juga saya sudah sampaikan di Rindam dengan cara mendidik yang humanis,” terangnya, Jum’at kemarin (16/06)

Selanjutnya  masalah pengamanan yang dilakukan secara perorangan, pihaknya akan memberlakukan secara tegas. Misalnya anggota melakukan asusila (antar sesama), terlibat kasus Narkhoba, termasuk insubordinasi, perjudian dan masih banyak lagi pelanggaran lainnya.

BACA JUGA :  Perseteruan Internal Dewan Kian Tajam

Bagi anggota yang kedapatan melakukan hal diatas, pihaknya tidak segan segan bakal melakukan pemecatan secara tidak hormat. “Tentara itu adalah panutan masyarakat, bukan sebagai pelopor dalam hal keburukan,” ungkapnya.

Komarudin menambahkan, tentara sekarang ini menjadi juara tembak dunia 10 kali berturut turut, juara lari dunia dan sekarang ini masyarakat lebih senang tentaranya yang petarung bukan tentara berhati kerdil dan penakut.

Diakuinya, saat ini tentara masih kekurangan personil dan ini berlaku di seluruh Indonesia, khususnya Babinsa, sebab sampai saat ini babinsa masih mengalami kekurangan sebanyak 86 ribu Babinsa

Ia menambahkan, jika dikalkulasikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TNI, sudah mencapai 97 persen.

Kepercayaan masyarakat terhadap TNI, harus mampu dijaga dan bila perlu ditingkatkan. Program yang sudah dilaksanakan, ternyata telah mampu menarik perhatian masyarakat.
Seperti menggalakkan jiwa gotong royong, saling bahu membahu dan yang lainnya dan itu harus dipertahankan.

“Program yang sudah dilaksanakan, harus ditingkatkan, sebab dengan program yang sudah dilaksankan tersebut, masyarakat sudah memberikan kepercayaan penuh kepada TNI,” bebernya.

Selanjutnya terkait kemajuan zaman, TNI harus mampu mengimbanginya dengan ilmu, sebab pihaknya tidak menginginkan, TNI tergerus dengan kemajuan zaman. “Pada intinya, pegang teguh sapta marga prajurit, tingkatkan keimanan dan ketaqwaan, insyaallah kita akan menjadi orang yang dihargai,” ujarnya. (cr-ap)