Pandemi, Kunjungan ke Museum Turun Drastis

MUSEUM NTB: Tampak salah satu wisatawan mancanegara sedang melihat koleksi benda-benda bersejarah di Museum NTB. (sigit setyo/radarlombok.co.id)

MATARAM—Sejak pandemi corona, Maret 2020 lalu, angka kunjungan ke Museum Negeri NTB, jauh menurun. Itu terjadi, selain karena sepi kunjungan wisatawan ke NTB, khususnya Lombok, juga adanya kebijakan untuk menutup berbagai fasilitas publik, termasuk Museum Negeri NTB, guna menekan penyebaran Covid-19.

“Kalau tahun 2019 lalu, angka kunjungan ke Museum Negeri NTB bisa mencapai sebanyak 90 ribu wisatawan. Maka untuk tahun 2020, dampak dari pandemi, kunjungan ke Museum NTB hanya sebanyak 9.383 wisatawan saja,” kata Kepala Museum Negeri NTB, Bunyamin, M.Hum, kepada radarlombok.co.id, Minggu (21/2/2021).

Saat ini sambung Bunyamin, Museum Negeri NTB memang telah dibuka kembali, tentu dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Namun demikian, tentu belum bisa maksimal mengundang wisatawan atau pengunjung untuk datang ke Museum, karena pandemi Covid-19 memang masih terjadi.

“Untuk menarik wisatawan berkunjung ke Museum Negeri NTB, kita telah memiliki MoU (kerjasama) dengan pihak travel agent (biro perjalanan) yang tergabung dalam ASITA NTB. Selain itu, kita juga telah meminta pihak Dinas Pendidikan agar mengarahkan anak-anak sekolah untuk berkunjung ke Museum NTB. Dan Alhamdulillah, setiap hari ada saja yang berkunjung ke Museum,” ujar Bunyamin.

Disampaikan, saat ini Museum Negeri NTB memiliki 7.698 koleksi, yang terbagi dalam 10 jenis koleksi, seperti flora fauna, benda-benda peninggalan tiga etnis di NTB, naskah kuno, seni rupa, dan lainnya.

”Namun dari jumlah koleksi yang ada, hanya sekitar 10 persen saja yang bisa dipajang di ruang pamer. Itu terjadi, karena minimnya ruang pamer yang kita miliki, hanya seluas 1200 meter persegi saja,” jelas Bunyamin.

Artinya sambung Bunyamin, memang hanya sedikit saja koleksi yang bisa kita tampilkan untuk dinikmati para pengunjung. “Untuk itu, tahun ini kita telah mengajukan perluasan ruang pameran, yang kemungkinan dibangun bertingkat atau lantai dua. Semoga tahun depan bisa terealisasi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD ASITA NTB, Dewantoro Umbu Djoka, juga mengakui, kalau pihaknya memang telah menjalin kerjasama dengan Museum NTB.

“Masih kita kerjasama. Kita punya paket-paket wisata, yang salah satu tujuan destinasi wisata adalah berkunjung ke Museum NTB. Tetapi sekarang kan kondisi pandemi, jadi wisatawan memang lagi sepi,” jelasnya.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, HL Fatwir Uzali juga menyampaikan kalau pihaknya telah mendorong para kepala sekolah SD maupun SMP dibawahnya, agar mengarahkan para murid dan siswanya untuk berkunjung ke Museum Negeri NTB.

“Penting para siswa untuk mengetahui sejarah atau benda-benda kepurbakalaan daerahnya sendiri. Tentu ini dapat menambah kecintaaan para murid kepada daerahnya,” pungkas Fatwir. (gt)