Pandemi Corona Tidak Menjamin Semua Siswa Lulus

H Lalu Fatwir Uzali (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)
H Lalu Fatwir Uzali (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali mengatakan meski adanya pandemi virus Corona (Covid-19) bukan berarti semua siswa atau murid bisa lulus dengan mudah atau 100 persen lulus atuapun naik kelas.  Semuanya itu harus menenuhi kriteria yang sudah ditetapkan oleh satuan pendidikan.

“Tidak ada ketentuan semua murid atau siswa diluluskan atau naik kelas. Ya bisa kita luluskan semua asalkan memenuhi syarat yang telah ditentukan,” kata Fatwir Uzali kepada Radar Lombok, kemarin.

Menurunya, kriteria kelulusan sudah jelas bisa saja jika siswa yang bersangkutan tidak pernah membuat tugas kemudian nilainya tidak ada. Bahkan tidak serta merta kelulusan dan kenaikan kelas siswa tersebut. Sebab jika itu dilakukan buat apa bersekolah, meskipun nilai tidak ada tapi tetap lulus.

Fatwir memastikan siswa atau murid bisa lulus atau naik kelas asalkan sudah memenuhi syarat-syarat kelulusan dan kenaikan kelas. Selanjutnya, yang harus dipikirkan siswa atau murid setelah lulus supaya melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Makanya, lanjut Fatwir, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB supaya siswa di Kota Mataram setelah lulus jenjang SMP, agar semua melanjutkan tanpa terkecuali.

“Makanya siswa-siswi SMP yang akan lulus ini bisa terserap dan melanjutkan sesuai dengan zonasinya masing-masing,” jelasnya.

Fatwir juga meminta data zona di Dikbud NTB sebab tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana tahun ini berbasis kelurahan/desa. Selain itu, Fatwir juga mengingung terkait proses kegiatan belajar mengajar (KBM) selama masa pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, 80 persen mengikuti pembelajaran daring sedangkan sisanya manual,’’ ucapnya.

Menurutnya, jika mengacu kepada data di setiap jenjang diantaranya untuk jenjang SMP jumelah siswa 18.711 yang tidak tersentuh pembelajaran daring ada 3.030 sedangkan sisanya menggunakan daring. Selanjutnya, jenjang SD jumelah murid ada 44.747 dari jumelah murid ini yang tidak tersentuh daring atau menggunakan manual ada 7.084. selanjutnya jenjang TK ada 7.082 kemudian KB 2.525 sedangkan yang tidak tersentuh daring ada 1.425.

“Ini data yang kita pegang,” sebutnya. (adi)