PAN Gelar Penjaringan Dini Caleg

MATARAM–Persaingan dan kompetisi yang bakal dihadapi Partai Amanat Nasional (PAN) dalam perpolitikan nasional kedepan tidak mudah. Lantaran itu, partai ini mulai mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda politik nasional.

Sebut saja seperti pemilu legislatif 2019. Gawe demokrasi ini menjadi  fokus penyiapan pemenangan kedepan. “Sesuai dengan instruksi dan arahan dari DPP, semua struktur PAN di daerah harus menyiapkan diri dalam penjaringan bakal calon legislative,” ungkap Ketua PAN NTB, Muazzim Akbar, Selasa (30/8).

Penjaringan bakal caleg, jelasnya, akan dimulai pada pertengahan tahun ini hingga pada akhir tahun 2016. Tujuan penjaringan tersebut agar masing-masing caleg bisa konsentrasi di daerahnya.

Dia menegaskan, upaya pemenangan kontestasi politik tidak bisa dilakukan secara mendadak. Namun, harus dilakukan secara terprogram, terencana dan terstruktur sejak jauh hari. Apalagi mengingat, bahwa para caleg sangat membutuhkan pendekatan, serta membangun komunikasi intensif ke konstituen atau masyarakat pemilih. Langkah ini bertujuan agar disaat pemilu digelar masyarakat dapat memberikan suaranya kepada PAN.

"Praktis menurut kita minimal dua tahun. Karena 2018 sudah tempur menjelang 2019. Jadi mereka akan fokus membina daerah masing-masing," terang pengusaha PJTKI tersebut.

Terlebih, secara nasional PAN menargetkan dalam pemilu legislatif 2019 harus masuk empat besar raihan suara terbanyak. Dengan target tidak ringan itu, maka sangat dibutuhkan ada kerja-kerja politik secara matang, terprogram, terencana, terukur dan terstruktur.

 

Pihaknya pun menginstruksikan kepada bakal caleg PAN di pemilu legislatif 2019 agar intensif membina konstituen atau masyarakat pemilih di dapil masing-masing. PAN pun dipastikan bakal melakukan pendampingan dan memberikan pembekalan kepada bakal caleg.

Tak hanya itu, PAN juga membuka kesempatan kepada figur luar. Misalnya, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya, untuk bergabung menjadi daftar bakal calon anggota legislatif PAN di pemilu 2019. Asalkan, sosok yang bergabung itu taat dan tunduk kepada AD/ ART partai, memiliki kapasitas, kompotensi, modal sosial, dan modal politik, serta siap menjadi kader PAN.

Dia mengaku, dalam pemilu legislatif 2014, PAN di NTB dinilai sudah sangat berhasil dalam meningkatkan raihan suara PAN dibandingkan pemilu 2009 lalu. Buktinya, PAN menjadi partai dengan raihan suara terbanyak di kabupaten kota di Pulau Sumbawa. Dari 5 kabupaten kota di pulau Sumbawa, PAN meraih suara terbanyak di 4 kabupaten kota atau menjadi partai pemenang. Yakni, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa.

PAN pun menempatkan kader terbaiknya di 4 kabupaten tersebut sebagai ketua DPRD. "Mempertahankan capaian ini sangat berat dan tidak mudah," terangnya.

Selain mempertahankan capaian raihan suara di Pulau Sumbawa. PAN pun menargetkan untuk menularkan keberhasilan itu di Pulau Lombok. Pihaknya bertekad untuk bisa memenangkan pemilu di kabupaten kota di Pulau Lombok. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut