Paket Lebaran Jadi Paket Bantuan Sandang Pangan

Nuso Pranoto (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Pengadaan paket lebaran yang gagal untuk 80 ribu warga miskin di Lotim, dipastikan tetap akan berlanjut. Bahkan sejumlah tahapan proyek senilai Rp. 21 miliar ini sudah mulai  diproses sebelum kemudian di tender ulang.

Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan yang juga Plt Kabag Kesra, Nuso Pranoto mengaku proyek ini bukan lagi dinamakan paket lebaran, melainkan paket bantuan sandang pangan untuk warga miskin.

Dikatakan, tender ulang proyek sudah masuk proses kelengkapan administrasi, sebelum ditender ulang. “Ini harus ditender ulang, karena itu sudah aturannya,” ungkap Nuso, kemarin (4/9).

Dalam hal ini, dia mengaku hanya sebatas diberikan amanah untuk menindak lanjuti proyek tersebut. Dengan itu, maka ia pun harus menindak lanjutinya dengan ketentuan yang berlaku. “Kalau harus di tender,  ya di tender,” jelasnya.

Proses tender yang sedang berjalan, masih tahap perampungan berkas, sebelum diserahkan ke ULP selaku pihak yang akan melakukan tender. Sejak dirinya ditunjuk menjadi Plt Kabag Kesra menggantikan Cucu Mansur, ia pun langsung mempelajari semua dokumen terkait proyek ini. “Salah satu yang diproses, yakni penyusunan harga,” urainya.

Jika tahapan awal sudah tuntas, maka pihaknya akan langsung menyerahkan ke ULP. Proses tender dipastikan akan dilakukan secara terbuka. Namun yang lebih jelas terkait tender ini, itu semua yang lebih mengetahui adalah pihak ULP. “Kalau sudah kontrak langsung akan didistribusikan,” sebut Nuso.

Namun dirinya belum bisa memastikan, kapan bantuan itu akan diberikan ke penerima. Yang jelas, jumlah penerima bantuan itu tidak ada perubahan dari rencana sebelumnya, begitu juga dengan anggarannya. “Anggarannya tetap Rp 21 miliar untuk 80 ribu warga miskin. Datanya langsung dari tingkat kecamatan,” terangnya.

Mengantisipasi agar tidak lagi gagal seperti sebelumnya, pihak ketiga yang dimenangkan dalam tender merupakan orang-orang yang betu-betul siap. Baik siap dari segi pendanaan, maupun pelaksanaannya. “Harus betul-berul pengusaha yang punya modal. Tapi itu urusannya ULP,” ulas Nuso.

Diketahui, paket lebaran rencana awal akan dibagikan saat hari raya Idul Fitri. Namun dua kontraktor yang memenangkan proyek ini nyatanya tidak bisa bekerja seperti perjanjian kontrak. Kegagalan proyek disinyalir kuat lantaran kontraktor yang dimenangkan itu orang yang tidak bermodal. Kegagalan ini tentu membuat Bupati Lotim, Ali BD geram. Imbas  masalah tersebut burujung pada pemecatan Cucu Mansur sebagai Kabag Kesra. (lie)