Padang Savana Bukit Anak Dara Sembalun Terbakar

KEBAKARAN: Kebakaran hebat kembali terjadi di padang savana Bukti Anak Dara, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Jumat kemarin (13/11). (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG—Kebakaran hebat terjadi di kawasan KPH Rinjani Timur, Jumat (13/11). Lokasi kebakaran tepatnya di Bukit Anak Dara, Dusun Orong Goar, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Cuaca panas disertai angin kencang, dengan begitu cepat melalap hamparan lahan padang savana diatas bukti tersebut. Petugas Karhutla yang mengetahui kejadian ini langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun upaya pemadaman terkendala dengan akses jalan yang terjal. Petugas pun terpaksa harus melakukan pemadaman secara manual.

Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Panca Warsa ketika dikonfirmasi membenarkan  terjadinya kebakaran di lokasi yang dimaksud. Kata dia kejadian ini pertama kali diketahui sekitar pukul 15.00 Wita. Itu pun  setelah ada laporan yang diterima dari warga setempat yang pertama kali melihat kejadian ini. “Warga yang pertam  mengetahui kejadian ini bernama Amaq Fadlan,” terang Panca.

Dari laporan masyarakat tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan KPH Rinjani Timur. Mereka pun langsung bergegas  naik ke atas bukit  untuk melakukan  pemadaman  yang juga dibantu oleh warga sekitar. Karena lokasi kebakaran yang sulit untuk dijangkau memaksakan petugas melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

Lebih lanjut disampaikan , upaya pemadaman sendiri membutuhkan waktu yang lama. Hal itu disebabkan  cuaca yang panas disertai angin kencang sehingga menyebabkan api dengan begitu cepat melalap ilalang yang telah mengering. “Ada 13 anggota kita kerahkan kemudian dari KPH Rinjani Timur dan warga,” jelas dia.

Keterbatasan personil disertai dengan jalur yang terjal membuat petugas tidak bisa melakukan pemadaman secara total. Ia menambahkan   kejadian ini menyebabkan  sekitar 3 hektar lahan perbukitan dikawasan itu habis dimakan api.  Terhadap kebakaran ini imbuh dia dari hasil penyelidikan sementara, sumber api diduga berasal  wilayah Belanting Sambelia. Namun dia sendiri tidak mengetahui secara pasti apakah kebakaran yang terjadi itu disebabkan karena kesengajaan ataukah murni faktor alam.

“Petugas Karhutla telah melakukan berbagai upaya untuk padamkan api. Karena mengingat titik api diwilayah yang terjal masih belum bisa kita padamkan. Selain itu kita juga telah membuat parit penyekat untuk mencegah supaya rembetan api tidak terus menjalar,” tandasnya.

Diketahui selama musim kemarau  kebakaran kawasan hutan dan perbukitan di kawasan  Sembalun telah terjadi berulang kali di tahun ini. Sebelumnya kebakaran yang jauh besar dari sekarang juga telah terjadi di sekitaran kawasan taman nasional  gunung Rinjani. Luas lahan yang terbakar mengapa puluhan hektar.

Dari  beberapa kali kejadian kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ini  sebagiannya karena disengaja. Bahkan sebelumnya petugas juga telah menangkap warga yang tertangkap basah membakar lahan. Dan kini yang bersangkutan telah diproses secara hukum atas perbuatan pidana yang telah dilakukan tersebut. (lie)