Pabrik MRMP Sumbawa Hasilkan Beras Kualitas Ekspor

PABRIK BERAS
PABRIK MODERN : Progres infrastruktur pabrik mesin MRMP Sumbawa ntuk produksi beras kuatitas super pasar ekspor, tinggal menunggu operasional November 2022.

SUMBAWA – Perum Bulog NTB memastikan operasional penuh pabrik mesin beras berstandar internasional yang berada di Sumbawa pada November 2022 mendatang. Pabrik mesin beras atau Modern Rice Milling Plant (MRMP) proyek pascapanen yang dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektar dengan anggaran sebesar Rp 70 miliar lebih itu akan memproduksi beras berkualitas tinggi, dan bisa menembus pasar ekspor.

“Progres pembangunan fisik sudah 98 persen. Begitu juga dengan dengan progres mesin dan seluruh infrastruktur sudah diatas 90 persen. Kami berharap proses uji coba mulai dilakukan awal November 2022 mendatang,” kata Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB Abdul Muis, Sabtu (24/9).

Pabrik penggilan modern atau MRMP di Sumbawa, menjadi satu-satunya di kawasan Indonesia Timur. Pembangunan pabrik mesin modern atau MRMP di Indonesia terdapat di tiga wilayah, yakni di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dan Kabupaten Sumbawa Provinsi NTB. Pabrik modern pascapanen padi ini mulai dibangun pada November 2021 dan direncakan selesai pada Oktober 2022.

Di dalam kawasan pabrik mesin pascapanen padi atau MRMP  Sumbawa tersebut, dilengkapi sejumlah pabrik pengolahan, mulai dari pengeringan, pengolahan hingga pengemasan beras premium. Di MRMP Sumbawa memiliki tiga meisn dryer (pengering). Setiap mesin dryer memiliki kapasitas produksi sebanyak 30 ton perhari. Artinya untuk tiga mesin dryer tersebut dalam sehari mampu memproduksi 90 ton gabah kering panen. Selanjutnya, untuk mesin RMU (penggilingan) kapasitas produksi sebanyak 60 ton perjam. Kemudian untuk mesin Silo (penyimpanan) memiliki kapasitas 2000 ton per unit per harinya.

“Pabrik MRMP Sumbawa ini mampu mengolah dan menghasilkan beras dengan kualitas terbaik untuk pasar ekspor,” kata Muis.

Untuk produk kemasan beras premium di pabrik MRMP, juga tersedia untuk berbagai kemasan. Mulai dari 2 kilogram, 5 kilogram, 10 kilogram, 25 kilogram dan 50 kilogram. Dengan demikian, pabrik MRMP bisa menyiapkan kemasan dalam ukuran berapa saja, sesuai permintaan pasar. Dipastikan juga kualitas beras yang dihasilkan betul-betul premium super, beras yang putih bersih dan pulen atau butiran utuh besarnya.

Pabrik MRMP Sumbawa memiliki aliran listrik mencapai 1,35 MW untuk melayani produksi beras, dengan asumsi mesin bekerja secara parallel, baik itu mesin dryer, mesin RMU dan mesin Silo. Selain itu juga, pabrik MRMP juga menyiapkan mesin jenset untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik dari PLN dengan kapasitas 500 KW.

Dengan demikian, seluruh infrastruktur pendukung dalam operasional pabrik MRMP  Sumbawa sudah disiapkan sedemikan rupa dalam mendukung program swasembada beras di NTB mensuplai kebutuhan nasional. Karena NTB masuk lima wilayah di Indonesia sebagai lumbung cadangan pangan nasional.

“Penggilingan padi modern sudah menjadi keharusan untuk mengolah padi agar efektif dan efisien,” katanya.

Sementara itu, untuk pembangunan pabrik mesin jagung di Manggalewa Kabupaten Dompu juga sudah menunjukkan progres baik. Ditargetkan pada November 2022, pabrik mesin pengolahan jagung di Dompu mulai operasional.

“Untuk pabrik mesin jagung dengan kapasitas produksi dryer mencapai 230 ton per hari. Progres infrastruktur dan juga mesin sudah di angka 90 persen lebih. Kita berharap kehadiran dua pabrik di NTB ini, baik itu MRMP dan pabrik jagung bisa membantu petani di NTB, yang lebih efektif dan efisien,” harapnya. (luk)

 

Komentar Anda