P3K NTB Menunggu Kepastian SK Keluar

Ismail Fahmi (DOK/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) SMA di NTB sudah tahun lulus tes seleksi, namun belum juga menerima Surat Keputusan (SK) dari Pemprov NTB. Bahkan,  pentolan P3K SMA NTB ini menuding pemerintah menjadikan mereka sebagai kelinci percobaan dalam perekrutan seleksi P3K.

“Kasihan, sampai hari ini kita menunggu SK yang belum ada kejelasannya,” kata Koordinator P3K NTB Ismail Fahmi kepada Radar Lombok, kemarin.

Menurutnya, P3K adalah program pemerintah yang mencoba-coba. Bahkan guru yang ikut tes seleksi dan lulus di P3K hanya dijadikan kelinci percobaan oleh pemerintah.

“Kita yang honorer K2 hanya dijadikan kelinci percobaan pemerintah dalam menerapkan kebijakan P3K ini,” sesalnya.

Pentolan guru honorer di NTB ini menyebut jikam kejelekan dari pemerintah ini kenapa di tes P3K, sementara aturan belum ada. Saat di tes belum ada aturan terkait dengan hal tersebut. Bahkan saat ini, jika kembali ke janji pemerintah dalam BKN itu sudah jelas mengatakan menunggu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 tahun 2020  tentang jabatan.  Kemudian menunggu Perpres 98 tahun 2020 tentang gaji dan tunjangan. Awalnya, pemerintah berjanji setelah keluarnya  Perpres 98 tahun 2020 tentang gaji dan tunjangan ini tidak akan lama untuk memperoses NIP dan tidak akan tersalip oleh CPNS.

“Tapi buktinya kita tersalip dengan CPNS sudah dua kali, yakni di tahun 2019 samaan tes, sekarang CPNS 2020 ini. Jadi pertanyaan kita mau diapakan sama pemerintah ini,” ungkapnya.

Fahmi juga merasa prihatin dengan rintihan guru K2 yang lulus menjadi P3K yang tak pernah kunjung mendapatkan SK hingga saat ini.

Untuk diketahui ada 205 orang guru SMA/SMK di Provinsi NTB kini sedang cemas menunggu kepastian SK. Terlebih lagi, pada 30 Oktober sudah dilakukan penggumuman CPNS dan langsung akan pemberkasan.

“Kami bingung apa lagi yang di tunggu pemerintah, sehingga sampai saat ini NIP P3K belum diterbitkan juga . Kita minta Pemprov NTB untuk segera menanyakan kepada pemerintah pusat kenapa NIP kami belum juga diterbitkan sampai sekarang,” harapnya.

Sebagai Koordinator P3K NTB yang sudah lulus hampir setiap hari mendengar keluh kesah teman-teman semua dengan seribu pertanyaan yang ndak akan mungkin bisa saya jawab saya hanya bisa menjawab dengan sentuhan kata sabar saja walaupun hati juga merintih sebagai seorang yang senasip dan seperjuangan.

“Pemerintah ini kok alasannya Covid-19 terus yang CPNS secepat kilat mereka urus,” katanya. (adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaKader Gerindra Pendukung NADI Segera Dipecat
Berita berikutnyaDi-Blacklist ke Rinjani, Fiersa Besari Minta Maaf