Geger, Orok Bayi Ditemukan Mengapung di Samping Klinik

Orok Bayi
DIEVAKUASI: Orok bayi yang ditemukan mengapung di samping Klinik Mujur Medical Center (MMC) Desa Mujur Kecamatan Praya Timur, saat akan dievakuasi. (IST/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Kasus pembuangan orok bayi kembali bikin geger.

Jika Senin lalu (12/2) ditemukan warga Lingkungan Kemeluh Kelurahan Panjisari Kecamatan Praya. Maka, kemarin (13/2) ditemukan di samping Klinik Mujur Medical Center ( MMC ) Dusun Mungkik Desa Mujur Kecamatan Praya.

Orok bayi berjenis kelamin perempuan lengkap dengan tali pusar ditemukan sekitar pukul 07.30 Wita, kemarin oleh Inaq Jaka, 50 tahun dan Ikraruddin, 48 tahun, warga Desa Loang Maka Kecamatan Janapria. Kejadian itu bermula saat Inaq Jaka yang merupakan keluarga pasien di Klinik MMC itu keluar dari dalam klinik untuk membeli nasi.

Saat melintas, tiba-tiba Inaq Jaka melihat ke dalam sesosok benda mencurigakan di dalam selokan. Setelah mengamati beberapa saat, benda itu ternyata sesosok bayi. Melihat hal itu membuat Inaq Jaka kaget dan langsung memberitahukan kejadian itu kepada Ikrarudin. Mendengar cerita itu, Ikrarudin langsung mengecek orok bayi tersebut dan  memberitahukan ke piket klinik MMC. Di mana saat kejadian ada empat orang karyawan yang piket di klink itu.

Petugas kelinik juga langsung memberitau petugas kepolisian Polsek Praya Timur. Sehingga tak berselang lama, petugas datang ke lokasi untuk mengevakuasi orok bayi tersebut dan selanjutnya dibawa ke RSUD Praya untuk dilakukan otopsi. “Orok bayi tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dibawa ke Puskesmas Mujur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya dibawa ke RSUD Praya,” ungkap Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang, Selasa kemarin (13/1).

BACA JUGA :  Pelaku Curanmor di Wilayah Keruak Lombok Timur Diringkus

Rafles memperkirakan, jika orok bayi malang tak berdosa itu dibuang dengan sengaja ke dalam selokan. Orok bayi itu juga diduga baru dilahirkan karena masih terdapat darah segar di orok bayi itu. “Ini masih kita dalami dengan memeriksa para saksi. Karena yang kemarin juga pelakunya belum bisa terendus,” katanya.

Ia sangat menyayangkan kasus itu kembali terjadi. Pasalnya, lagi-lagi kasus pembuangan orok bayi ini menjadi bertambah yang pelakunya belum tertangkap sampai dengan saat ini. Padahal oleh petugas sudah sangat berupaya maksimal dalam menelusuri para pelaku yang dengan tega membuang anak yang tidak berdosa itu. “Yang ditemukan mengapung oleh warga itu juga masih kita dalami. Mudah-mudahan pelaku bisa cepat tertangkap,” harapnya.

Ia kembali menegaskan agar masyarakat yang mengetahui kemungkinan adanya orang yang hamil di sekitar kejadian agar segera melaporkan hal itu. Karena itu salah satu cara untuk mendeteksi para pelaku yang tega membuang mayat tak berdosa itu. “Bisa saja pelakunya dari luar desa itu, tapi kita terus dalami motifnya dulu apalagi ini kejadianya di dekat klinik. Tapi untuk sementara kita menduga jika kasus itu karena hasil hubungan gelap,” tandasnya. (cr-met)