Organda NTB Minta Kendaraan Luar Tidak Digunakan Saat WSBK

illustrasi

MATARAM – Kurang dari satu bulan gelaran World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika akan dilangsungkan pada tanggal 3-5 Maret 2023.

Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) NTB H Junaidi Kasum mengatakan supaya pelaku usaha transportasi lokal mendapat dampak positif dari event WSBK Mandalika 2023, sebaiknya tidak mendatangkan lagi kendaraan dari luar NTB.

“Kita berharap agar sistem WSBK Mandalika 2023 tetap berbayar. Kalaupun ada bantuan transportasi gratis dari Pemerintah Pusat jumlahnya tidak terlalu banyak,” kata Junaidi Kasum kepada Radar Lombok, Senin (6/1).

JK memastikan ketersediaan armada untuk mengangkut penonton WSBK dapat terpenuhi dengan transportasi lokal. Jika ada bantuan armada gratis maksimal 20-30 persen. Terpenting jangan sampai jumlahnya lebih besar seperti pada WSBK sebelumnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Anjlok, Belum Ada Solusi Membantu Petani

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya kendaraan luar. Biarkan pelaku transportasi lokal berkompetisi sendiri. Lombok Utara tamunya dari Bali atau Lembar bisa langsung direct ke Mandalika, Kota Mataram juga.

JK berharap pola awal yang mendatangkan transportasi dari luar tidak lagi dilakukan. Karena jika itu dilakukan bukan malah pelaku transportasi lokal yang kecipratan manfaat WSBK 2023, tapi justru bis-bis dari luar yang dapat untung. Alasannya bis lokal tidak standar, beralibi bahwa bis luar memiliki standar yang bagus. Kenyataannya adalah kendaraan luar malah berasap dan bermasalah.

“Oleh karena itu, berdasarkan masukan dari teman-tema dari seluruh transportasi yang ada di NTB agar memakai pola yang sama saat WSBK November 2022 kemarin,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemda Abaikan Peternak Ayam Lokal

Sementara itu, terkait berapa jumlah kendaraan yang akan disiapkan Organda. Sejauh ini belum bisa disebutkan. Tapi akan disesuaikan dengan target penonton WSBK 2023 yang mencapai 75 ribu orang.

“Nanti berapa kendaraan yang disiapkan dengan sendiri akan disesuaiakan tergantung kebutuhannya. Apakah nanti penontonya full 60 persen dari lokal atau sebaliknya,” ucapnya.

Begitu juga soal titik penjemputan penonton WSBK 2023, pihaknya belum bisa memastikan dimana saja lokasi penjemputannya. Karena sampai saat ini belum dilakukan rapat teknis terkait persiapan WSBK bersama OPD terkait.

“Sebagai mitra Pemeringah, kita masih menunggu apa yang menjadi program kerja Dishub NTB,” tutupnya. (cr-rat)

Komentar Anda