Oplos Solar dan Dexlite dalam Jumlah Tak Wajar, Truk Diamankan

DIAMANKAN: Truk yang diduga mengoplos solar dan dexlite secara tak wajar diamankan. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM–Tim Intelrem 162/WB berhasil mengamankan sebuah truk yang diduga mengisi bahan bakar minyak (BBM) oplosan di Pom Bensin Pertamina 54-832-07 Jalan Sandubaya Mandalika, Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Selasa (12/4), sekitar pukul 12.00 WITA.

Saat diamankan, truk kuning dengan bak merah yang dikendarai A asal Lombok Barat itu tengah mengisi BBM. Namun BBM yang diisi tersebut tidak ke tangki truk itu sendiri, melainkan ke tangki yang sudah disediakan di dalam bak truk tersebut. “Kami mendapati informasi tersebut dari masyarakat, bahwa terjadi penimbunan. Berdasarkan informasi itu, kami lakukan penyelidikan selama empat hari,” terang Mayor Inf Asep Okinawa Kapenrem/Pasi Intel Korem 162/WB, Rabu (13/4).

Diduga, pemilik truk tersebut mengoplos dua jenis BBM, yakni dengan membeli dexlite (Rp 12.950 per liter) dan solar (Rp 5.150 per liter). “Kedua jenis BBM tersebut kemudian dijadikan satu. BBM oplosan ini nantinya diduga akan dijual kembali kepada pelaku industri,” katanya.

BACA JUGA :  Jual Togel ke Pedagang dan Buruh Pasar, Wawan Ditangkap

Soal ke mana BBM oplosan tersebut akan dibawa oleh terduga pelaku, belum dijelaskan secara pasti. “Masih didalami oleh penyelidik,” sebutnya.

Berdasarkan informasi sementara, pelaku sering kali melakukan hal yang sama. Dan sering dilakukan pengisian pada malam hari. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, ditemukan bahwa BBM dimasukkan melalui nozzle ke tangki kendaraan secara normal, namun BBM tersebut didorong menuju tiga tangki plastik dengan kapasitas masing-masing 1.000 liter. “Dari hasil penangkapan itu, ditemukan adanya penyimpangan terkait pengisian BBM, di mana terjadi praktik pengoplosan solar dengan dexlite di waktu bersamaan. Atau masing-masing tangki berisi BBM jenis berbeda antara solar dengan dexlite sebanyak total 3.000 liter,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Komplotan Maling Kabel Diringkus

Sementara itu, Kapolsek Sandubaya Kompol Nasrullah mengatakan, pihaknya akan melakukan pendalaman terkait dengan temuan tersebut. “Untuk kasus ini kami sudah limpahkan ke Polresta Mataram, karena ini merupakan tindak pidana tertentu,” katanya.

Diakui, sebelumnya, Kepolisian tidak menerima adanya informasi atau laporan yang masuk terkait dengan permasalahan ini. “Akan kita dalami, apakah ada TKP lain yang digunakan oleh pelaku ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengakui sudah menerima limpahan tersebut. Dikatakan, saat ini masih dilakukan pendalaman. “Sementara kita belum bisa menyimpulkan, masih didalami,” tutupnya. (cr-sid)