Operator Diminta Rutin Laporkan Kondisi Sekolah

M Khairul Ihwan (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB meminta SMA, SMK maupun SLB, baik negeri maupun swasta agar rutin melaporkan kondisi sekolahnya melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) jika ingin mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan laboratatorium.

“Kepala sekolah supaya berperan aktif melalui petugas operator sekolah secara rutin melaporkan kondisi sekolahnya melalui Dapok, sehingga bisa memantau kondisi masing-masing sekolah agar bisa mendapatkan DAK,” kata  Kepala Bidang Pembinaan SMK Dikbud NTB M Khairul Ihwan, kemarin.

Ikhwan mengatakan, pelayanan yang diberikan pemerintah pusat semuanya sudah menggunakan tekhnologi dan tidak lagi dilakukan secara manual, sehingga bisa dilakukan cepat dan dari mana saja. Seperti penyaluran DAK tahun 2022 yang dikerjakan.

“Laporkan kondisi sekolah yang sebenarnya. Kalau tidak dilaporkan, pemerintah pusat beranggapan sekolah di NTB  kondisinya masih baik pada hal di lapangan sudah rusak. Bidang SMK tahun 2022 ini mendapatkan DAK sebesar Rp 98 miliar untuk Fisik dan peralatan,” terang Ikhwan.

Baca Juga :  BEM Politeknik Berikan Pengobatan Gratis Warga Desa Sesela

Dikatakan, DAK tahun 2022 yang akan dikerjakan saat ini proses pengusulannya mulai Maret tahun 2021. Di mana sekolah mengusulkan dirinya untuk mendapatkan DAK melalui Goggle Form. Kemudian Dikbud NTB menginput usulan tersebut dalam Aplikasi Krisna yang merupakan integrasi antara tiga Kementerian, yaitu Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PAN RB. Seluruh usulan tersebut yang berupa ruang kelas baru, ruang praktik siswa, rehab maupun peralatan diinput berdasarkan usulan sekolah di aplikasi Krisna.

Selanjutnya, sekitar Juni 2021 muncullah singkronisasi data aplikasi Krisna dengan aplikasi Dapodik yang di input oleh sekolah. Makanya tidak bisa bermain-main, karena sudah masuk sistem aplikasi Krisna tersebut.

“Kenapa tahun 2021, sekolah swasta tidak banyak yang dapat, karena aplikasi di Dapodiknya ada yang tidak menginput data,” jelasnya.

Baca Juga :  FK Unram akan Buka Prodi Profesi Apoteker

Kemudian pada November 2021, keluar hasil singkronisasi Dapodik dan aplikasi Krisna tersebut berbentuk daftar penerima bantuan DAK tahun 2022 dan sudah terkunci. Dari tahun 2021 DAK SMK terima sekitar Rp 83 miliar dan tahun 2022 ini mendapatkan Rp 98 miliar. Terjadi peningkatan, karena sudah memberikan teknis bimbingan kepada sekolah-sekolah swasta dan negeri supaya memperbaiki Dapodiknya, serta tata kelolanya.

Selanjutnya, awal tahun 2022 ini pihaknya melakukan eksekusi kegiatan anggaran dengan cara untuk pengadaan alat dengan E-Katalog kemudian Fisik dengan cara swakelola tipe 1. Untuk swakelola Tipe 1 ini dimulai dengan perencanaan melibatkan ahli teknis lainnya.

“Kalau pelaksanaan di lapangan, kita sudah memiliki form. Nanti kepala sekolah bersama dengan fasilitator lainnya mengajukan daftar suplyer, daftar pekerja yang akan terlibat dalam proyek tersebut,” katanya. (adi)