Operasi Simpatik, 9 Kasus Lakalantas, Satu Tewas

OPERASI SIMPATIK: Para pengendara yang terjaring razia, ketika petugas Satlantas Polres Lotim melakukan Operasi Simpatik 2017, yang telah berlangsung selama enam hari ini (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Operasi Simpatik 2017 yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Lombok Timur (Lotim) telah berlangsung selama enam hari. Selama kurun waktu tersebut, tercatat terjadi sebanyak 9 kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas), dimana satu nyawa melayang, dan sembilan pengendara lain mengalami luka ringan.

Selain Lakalantas, selama operasi ini petugas juga telah menilang para pengendara yang melakukan pelanggaran. Baik itu pengendara roda empat maupun  roda dua. Jumlahnya sebanyak 149 pengendara yang ditilang dengan beragam jenis pelanggaran. Seperti  tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan baik itu STNK, SIM dan berbagai pelanggaran lainnya.

“Kalau untuk peneguran ada 552 pengendara,” kata Kapolres Lotim melalui Kasat Lantas Polres Lotim, AKP Ruben Palayukan, Senin kemarin (6/3).

Pengendara yang ditilang, petugas tidak melakukan sidang ditempat, melainkan pengendara tersebut hanya diberikan surat tilang. Nantinya surat itu akan mereka bawa ke pengadilan untuk menentukan besaran denda yang akan dikenakan. Denda tilang nantinya akan dibayar langsung oleh pengendara di salah satu bank yang sudah di tunjuk.

[postingan number=3 tag=”razia”]

“Kalau pengendara itu tidak membawa STNK dan SIM, maka yang kita tahan STNK. Tapi kalau tidak dibawa, maka kendaraan yang kita tahan sebagai barang bukti. Kalau mereka pulang ngambil STNK, kemudian di tukar dengan barang bukti, bisa,” lanjut dia.

Dikatakan, dari sekian jumlah pengendara yang terjaring razia hingga ditilang, didominasi oleh masyarakat umum. Sebagian lagi ada yang masih berstatus pelajar. “Untuk pelajar, kendaraannya tetap kita tahan. Nanti kita panggil orang tuanya untuk kita berikan arahan,” sebutnya.

Sementara untuk kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan dan menyalahi ketentuan. Pemiliknya diminta untuk melengkapinya dengan yang asli. Baik itu pengendara yang menggunakan knalpot resing, ataupun yang menggunakan variasi lainnya. Jika semuanya sudah dilengkapi, baru kendaraanya bisa dikembalikan lagi.

“Operasi Simpatik ini tidak hanya kita lakukan di dalam kota. Tapi di semua wilayah di Lotim. Didalam kota saja masih banyak pelanggaran,” aku Ruben.

Dijelaskan, pelaksanaan Operasi Simpatik dengan tujuan untuk mendapatkan simpatisan masyarakat, dan juga sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Sebab lanjut dia, operasi ini arahnya lebih kepada tindakan prefentif dan preentif, bukan semata refresif.

“Kita berusaha untuk melakukan kegiatan yang bersifat sosialisasi sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat tentang keselamatan pengendara. Salah satu kegiatan yang kita lakukan, kita melakukan giat sosialiasi dengan cara membagi sticker,” beber dia.

Selain itu, mereka juga melakukan sosialiasi ke satuan pendidikan. Bekerjasama dengan sekolah, mereka turun langsung dengan mendatangi sekolah tersebut untuk diberikan pemahaman bagaimanan cara berkendara yang baik demi menjaga keselamatan. “Setiap bulan kita melakukan sosialiasi ke sekolah,” tutup Ruben. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid