Operasi Perbatasan Resmi Dimulai

OPERASI PERBATASAN: Sejumlah masyarakat yang masuk kedalam wilayah Lombok Timur diperiksa suhu badannya oleh petugas. Operasi perbatasan ini resmi dimulai pada hari Senin (18/05).( Janwari Irwan/Radar Lombok)
OPERASI PERBATASAN: Sejumlah masyarakat yang masuk kedalam wilayah Lombok Timur diperiksa suhu badannya oleh petugas. Operasi perbatasan ini resmi dimulai pada hari Senin (18/05).( Janwari Irwan/Radar Lombok)

SELONG – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur  resmi menggelar operesi perbatasan. Operaasi ini digelar di pintu masuk  di wilayah Jenggik Kecamatan terara dan wilayah Sepakat Kecamatan Jerowaru yang berbatasan dengan wilayah Lombok tengah.

Bupati Lombok Timur H M Sukiman Azmy mengatakan, selama tiga hari dilakukan uji coba, hanya satu orang yang dilakukan rapid tes karena suhunya mencapai 37 derajat celcius ke atas. Hanya saja, pada saat dilakukan rapid, tidak ada gejala yang ditemukan, sehingga masyarakat yang dirapid dipersilakan melanjutkan perjalanan. “ Mulai pada sore hari tepatnta pukul 16.00, siapapun yang datang dari barat akan ditembak dengan pengukur suhu, yang lebih suhunya harus menjalani rapid,”katanya.

 Jika ada masyarakat yang datang dari barat dan merupakan warga Lombok Timur dan ditemukan reaktif, maka harus langsung dirawat oleh pemerintah daerah dengan dibawa ke Rusunawa yang telah disiapkan sebagai tempat penampungan. Begitu juga bagi masyarakat Lombok Timur yang tidak pakai masker, maka harus diberikan masker. “ Kalau orang Lombok Tengah masuk dan tidak bawa masker, silahkan kembali saja dan cari masker dulu baru masuk ke Lotim, karena Lombok Timur wajib menggunakan masker,”ujarnya.

Saat ini di Lombok Timur yang wajib menggunakan masker, namun banyak  pemuda banyak sekali yang tidak menggunakan masker yang tentunya dapat mengundang bahaya. Untuk itu, mulai hari Senin (18/5) operasi perbatasan sudah resmi dimulai. “ Silahkan jam kerja diatur, yang jelas mulai hari Senin (18/5) operasi sudah dimulai,”ujarnya.

 Sementara itu,Kapolres Lombok Timur AKBP Tunggul Sinatrio mengatakan dalam operasi  perbatasan ini, jumlah anggota yang dilibatkan gabungan dari anggota Polri,TNI, Pol PP dan Dishub. Selain itu, disiapkan tenaga medis yang setiap hari berjaga sebanyak 30 tim medis. Begitu juga dengan wilayah Jerowaru jumlah anggota yang dibantukan sebanyak setengah dari jumlah di wilayah  Jenggik. “ Kalau di Jenggik menggunakan anggota Polri 20 orang, maka diwiayah sepapan menggunakan 10 orang,”katanya.

Pemeriksaan yang dilakukan katanya, jika ada bus  yang melintas, maka petugas akan masuk dan menayakan apakah ada orang Lombok Timur atau tidak. Jika ada warga Lombok Timur, maka harus diturunkan di tempat pemeriksaa, kemduian oleh petugas akan mengantarnya ke lokasi tujuan.” Aturannya, tidak boleh ada bus yang turun sembarangan,”ujarnya.(wan)