Operasi Jaran di Lotim, 49 Orang Ditangkap

PENGUNGKAPAN : Polres Lotim saat menggelar konferensi pers pengungkapan dan penangkapan pelaku kejahatan selama Operasi Jaran kemarin.(M.Gazali/Radar Lombok)

SELONG – Polres Lombok Timur merilis hasil Operasi Jaran yang telah dilaksanakan sejak tanggal 1 sampai 14 Maret lalu bertempat di halaman Polres Lotim Senin (22/3). Yang disampaikan itu baik kasus pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, maupun Curanmor.

Selama operasi, Polres Lotim berhasil menangkap sebanyak 49 orang pelaku. Sebanyak enam pelaku masih berstatus anak-anak. Selain itu turut serta juga diamankan berbagai jenis barang bukti, seperti motor dan berbagai barang berharga lainnya.” Dalam operasi jaran ini kita telah menyelesaikan laporan sebanyak 31 kasus di sejumlah wilayah hukum Polres Lotim. Yaitu jumlah pelaku yang  telah kita tangkap berjumlah 49 orang, enam orang masih anak-anak,” kata Kapolres Lotim AKBP Tunggu Sinatrio dalam konferensi pers kemarin.

Konferensi pers tersebut juga dihadiri Sekda Lotim HM. Juaini Taufik dan tokoh agama. Para pelaku dan barang bukti juga turut serta dihadirkan dalam kegiatan tersebut. “ Terhadap enam pelaku yang masih anak-anak, mereka ditangkap terkait dengan kasus pencurian. Mengacu pada ketentuan maka proses penanganannya secara diversi,” imbuhnya.

Sedangkan sebagian tersangka lainnya langsung dilakukan penahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Lebih lanjut disampaikan untuk barang bukti yang diamankan   dari pelaku diantaranya untuk kasus Curanmor ada 10 unit dengan berbagai jenis. Kemudian kasus curas dan Curat berupa 8 unit HP, tong gas dan banyak lainnya.” Kita berharap mereka tidak lagi mengulangi perbuatan dan kejahatannya itu. Semoga mereka menjadi orang lebih baik dan bertobat,” harapnya.

Angka kriminalitas di Lotim diakuinya setiap tahun mengalami penurunan. Hal tersebut dilihat dari data pengungkapan kasus di tahun 2020 termasuk di awal tahun 2021 ini. Meski demikian pihaknya akan terus bekerja maksimal untuk menekan kasus kriminalitas ini. Terutama dengan menjalin kerjasama dan koordinasi yang baik bersama semua elemen masyarakat tak terkecuali denhan para tokoh agama.” Berbagai program telah kita galakkan. Seperti lakukan patroli rutin, termasuk juga Jumat Baroqah. Intinya kebersamaan kita sangat penting terutama patuah- patuah- dari para tuan guru kita dalam memberikan kesadaran ke masyarakat,” tandasnya.(lie)