Operasi Inaya-Anaya Dijadwalkan Agustus

AKAN DIOPERASI : Bayi kembar siam Inaya dan Anaya asal Dusun Jurit Selatan Desa Jurit Kecamatan Pringgasela dijadwalkan akan dioperasi Agustus 2021 di Rumah Sakit Sutomo Surabaya. (DOKUMEN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Rencana Pemkab Lombok Timur untuk melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam Inaya dan Anaya segera akan terealisasi. Operasi  bayi dempet asal Dusun Jurit Selatan Desa Jurit Kecamatan Masbagik dijadwalkan Agustus 2021 mendatang.

Biaya operasi Inaya dan Anaya ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Lotim. Anggaran yang dihabiskan sekitar Rp 1,2 miliar. Operasi sebelumnya direncanakan di tahun 2020 lalu, namun karena pandemi Covid-19 mengancam, operasinya pun akhirnya ditunda. “Operasinya dijadwalkan Agustus mendatang,” kata Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy, Kamis (27/5).

Rencana awal operasi Inaya dan Anaya akan bertempat di RSUD dr. Raden Soedjono Selong. Berbagai fasilitas telah disiapkan untuk menunjang kelancaran saat operasi, termasuk juga SDM. Operasi pemisahan ini akan ditangani langsung oleh puluhan dokter ahli yang didatangkan langsung dari Rumah Sakit dr Sutomo Surabaya. Tapi karena pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir, mengharuskan operasi akan dilaksanakan di rumah sakit Sutomo Surabaya. Hal itu disebabkan karena tim dokter tidak memungkinkan untuk datang ke Lombok karena berbagai pertimbangan. “Ada 37 orang dokter ahli dari rumah sakit Sutomo tidak memungkinkan untuk datang ke sini karena kondisi Covid. Makanya akan kita bawa ke  Surabaya,” ujar Bupati.

BACA JUGA :  Kabur dari Lokasi Pelatihan, Calon TKI Alami Patah Tulang

Berkaitan dengan anggaran atau biaya yang dibutuhkan, lanjut Sukiman, semuanya telah disiapkan. Kalau pun nanti  masih belum mencukupi, Pemkab Lotim siap untuk akan mengalokasikan anggaran di APBD perubahan. “Anggaranya kita siap. APBD kita pasti akan mendukung dan nanti kita akan siapkan di APBD perubahan. Kita harus bantu masyarakat secara maksimal,” tegasnya.

BACA JUGA :  Meresahkan, Preman Parkir di Lotim Ditangkap

 Plt Direktur RSUD dr Raden Soedjono Selong  dr M Tantowi Jauhari  menyatakan, pihaknya tetap rutin turun mematau kondisi kesehatan bayi kembar siam tersebut. Meski usianya terus bertambah namun kondisi kesehatannya semakin terus membaik. “Bahkan Inaya dan Anaya sekarang ini sudah mulai belajar berjalan,” terang dia.

Karena operasi akan dilaksanakan di Surabaya, ujar dia, maka akan terjadi penambahan biaya seperti biaya pendampingan, transportasi dan biaya yang lain. Sedangkan untuk operasi sendiri diperkirakan menghabiskan sekitar Rp 500 juta. “Sekarang kita melakukan berbagai persiapan supaya bisa dioperasi Agustus ini. Kita akan memfasilitasi mulai ketika dibawa sampai selesai operasi. Yang pasti kondisi bayi sehat kendala hanya tumbuh kembang karena faktor dempet,” terang Tantowi. (lie)