Ongkos Tukang Lunas, Ruangan SMPN 5 Jonggat Dibuka

SEKOLAH: Inilah kondisi SMP Negeri 5 Jonggat yang sebelumnya tidak bisa ditempati karena kunci ruangan ditahan tukang bangunan. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Fasilitas SMPN 5 Jonggat akhirnya bisa digunakan setelah enam bulan dibekukan. Selama enam bulan itu, pihak sekolah tak bisa membuka sejumlah ruangan yang baru selesai dibanguna tahun 2021 silam. Tukang bangunan yang mengerjakan sekolah tersebut terpaksa harus menyita kunci ruang yang baru selesai dibangun karena upahnya belum dibayar pihak kontraktor.

Tahun 2021 lalu, bangunan SMPN 5 Jonggat mendapatkan bantuan renovasi untuk ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang TU, ruang perpustakaan, dan kamar mandi. Pengerjaan item proyek ini dikerjakan empat perusahaan berbeda. Setelah bangunan itu rampung, kontraktor yang mendapatkan pengerjaan proyek itu belum membayar ongkos tukang bangunan. Para buruh bangunan ini kemudian marah dengan menyita kunci ruangan proyek yang sudah dikerjakan.

Nah, sejak hari Rabu pekan lalu, para tukang ini sudah mengembalikan seluruh kunci ruangan yang sempat disita. Itu setelah semua upah mereka dilunasi pihak kontraktor. “Hari Rabu kemarin semua sudah diselesaikan. Tukang-tukang yang sebelumnya belum dibayar sekarang sudah dibayar. Jadi uang langsung ditransfer kepada para tukang sama CV yang mengerjakan setelah dilakukan komunikasi lewat konsultan,” ungkap Kepala SMPN 5 Jonggat, Mandip kepada Radar Lombok, Minggu (5/6).

BACA JUGA :  Bulog Ganti Beras Kuning Berkutu

Mandip mengaku, sebelumnya ada beberapa ruangan yang tidak bisa dibuka karena kuncinya dibawa tukang. Meski ada juga sebagian ruangan yang bisa dibuka karena pihak sekolah meminjam kunci kepada tukang yang kebetulan lokasi rumahnya tidak jauh dari lokasi sekolah. “Sekarang semua ruangan sudah bisa difungsikan, karena sebelumnya konsultan sudah datang. Pihak CV langsung membayar setelah dikomunikasikan dengan konsultan. Ada juga yang kurang kunci sebelumnya sekarang sudah dititip dana untuk pengganti kunci. Sebelumnya ruang perpustakaan juga tidak bisa dibuka karena kekurangan kunci, sekarang sudah dititip uang untuk pengganti kunci itu,” terangnya.

Mandip juga mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan dari kontraktor hingga telat membayar ongkos tukang bangunan. Pihak sekolah hanya penerima manfaat dari bangunan sekolah yang sudah selesai dibangun tersebut. “Jadi kita tidak bisa berbuat banyak dan yang kerjakan itu adalah pihak ketiga sesuai dengan aturan yang ada,” tambahnya.

BACA JUGA :  ITDC Tempuh Jalur Hukum

Ia menyebutkan, pengerjaan proyek renovasi sejumlah ruangan di sekolah tersebut dikerjakan empat perusahaan berbeda. Ada yang mengerjakan ruang kelas, ada yang mengerjakan ruangan kepala sekolah dan ruangan tata usaha (TU), dan ada yang merenovasi perpustakaan, kemudian satu lagi yang mengerjakan kamar mandi. “Jadi ada ruang kelas tiga yang dikerjakan dan itu yang kemarin sudah transfer uang. Kemudian ruang perpustakaan sebelumnya tidak bisa dibuka karena alasan tidak tau siapa yang membawa kunci dan sekarang sudah selesai. Kemarin itu semua yang sudah direhab yang tidak bisa dibuka kecuali kamar kecil,” terangnya. (met)