One Gate System Tidak Jelas, KKB Merasa Kena Prank

ONE GATE SYSTEM: Pelaksanaan one gate system di Pelabuhan Bangsal hingga kini belum jelas. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK )

TANJUNG – Anggota Koperasi Karya Bahari (KKB) kembali menagih janji pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) terkait pemberlakuan one gate system untuk penyeberangan kapal cepat dari Bali ke Gili Matra (Meno, Trawangan, dan Air).

Pasalnya hingga Mei 2023, one gate system tak kunjung diberlakukan. Padahal pemda menjanjikan akan memulai pada awal tahun ini. Di mana kapal cepat yang akan menuju Gili, lebih dahulu sandar di Pelabuhan Bangsal untuk pemeriksaan barang bawaan dan semacamnya. Lalu dari Pelabuhan Bangsal, wisatawan akan dibawa ke Gili oleh armada lokal, yang dalam hal ini dikelola Koperasi Karya Bahari (KKB).

Baca Juga :  Ritel Modern di KLU Diizinkan, Surak Agung Siap Demo

Wacana itu kemudian disambut baik oleh KKB. Mereka berlomba-lomba mempersiapkan kapal beserta perlengkapannya agar lebih layak digunakan. Begitu juga soal izin segala macam. Biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Per orang bisa sampai puluhan juta. Mereka melakukan itu juga atas desakan pemerintah. Namun kini mereka merasa di-prank. “Kami tunggu-tunggu tetapi one gate system ternyata tak kunjung diberlakukan,” kata salah satu anggota KKB Tahani, Sabtu (13/5).

Baca Juga :  Ribuan Belalang Serbu Persawahan Warga di Akar-Akar

Jika dalam waktu beberapa hari ke depan tidak ada kejelasan soal one gate system, maka pihaknya mengancam akan melakukan aksi protes besar-besaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan KLU Parihin belum bisa menjelaskan lebih lanjut kenapa one gate system belum diberlakukan. “Nanti kita jelaskan,” singkatnya. (der)

Komentar Anda