Ombudsman NTB Minta SMP/MTs Melakukan Verval Data Siswa

MATARAM –  Banyaknya keluhan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) NTB tahun ajaran 2021/2022, terutama terkait pendaftar tidak bisa login menjadi atensi Ombudsman Perwakilan NTB. Ombudsman NTB meminta kewajiban satuan pendidikan yang ada di SMP maupun MTs untuk melakukan validasi dan verifikasi NISN maupun EMIS peserta didik.

“Kewajiban sekolah/madrasah melakukan verval data. NISN dan EMIS, apakah dibawah Dikbud maupun Kemenag,” kata Kepala Seksi Bidang Pelaporan Ombudsman Perwakilan NTB Sahabudin kepada Radar Lombok, kemarin.

Dikatakannya, persoalan yang paling mendasar dalam pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2021/2022 untuk jenjang SMA dan SMK adalah NISN yang tidak terverifikasi. Ini merupakan kewajian sekolah/madrasah melakukan Verval, apakah itu di bawah naungan Dikbud dengan dapodiknya atau dibawah Kemenag dengan Emis.

BACA JUGA :  Lima Hari Sekolah, Tugas Guru Makin Banyak

Menurutnya, disini ada tanggungjawab besar sekolah jenjang SMP atau MTsN yang tidak melalukan verifikasi dan validasi, sehingga saat login peserta didik tidak bisa diakses.

“Dikbud NTB ini bagus mereka buat sistem, jadi langsung kelihatan proses skriningnya, ujarnya.

 Dijelaskannya, pendaftar baru bisa login jika sudah melakukan verval antara, NISN dan NIK. Ketika NIK tidak aktif atau buat-buatan jelas tidak bisa login. Artinya kontrol dalam PPDB ini luar biasa, dan Ombudsman memberikan apresiasi kepada Dinas Dikbud NTB.

 Menurutnya, proses pengaduan dari jalur prestasi, perpindahan maupun afirmasi sampai dengan zonasi saat ini cukup bagus. Selain itu, PPDB tahun ini, Dikbud NTB tidak memiliki data base peserta ujian nasional, sebab ujian nasional tersebut persyaratannya NISN. Sementara itu, NISN ini adalah hak peserta didik yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan.

 “Jangan diabaikan, kuncinya saat ini di sekolah asal apakah di bawah Kemenag maupaun Dikbud,” katanya. (adi)