Ombudsman Beri Catatan Pelaksanaan UN di NTB

Ombudsman Beri Catatan Pelaksanaan UN di NTB
MEMPERLIHATKAN: Asistem Ombudsman RI Perwakilan NTB Sahabudin memperlihatkan barang bukti yang ditemukan terkait penyimpangan saat UN berlangsung, Sabtu lalu (13/4) (M.Haeruddin/Radar Lombok)

MATARAM—Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA sederajat dan SMK di NTB sudah selesai digelar.

Pelaksanaan UN baik  Ujian Nasional Berbasis Komputer  (UNBK) maupun UN Kertas Pensil (UNKP). ternyata tidak berjalan mulus.

Ombudsman RI Perwakilan NTB ternyata  menemukan banyak ketimpangan dari sebelum pelaksanaan hingga  diselenggarakannya UN tersebut. ”Kami memiliki catatan penting pelaksanaan UN baik itu ketika pra UN maupun saat pelaksanaannya,” ungkap  selaku kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB Adhar Hakim Sabtu  lalu (13/4).

[postingan number=5 tag=”UNBK”]

Catatan- catatan tersebut menurut Adhar diantaranya, pada pelaksanaan UNBK maupun UNKP masih ada mindset atau cara berpikir yang kurang tepat karena beranggapan bahwa UN tidak berpengaruh pada kelulusan siswa. Padahal UN tetap penting sebagai pemetaan capaian proses belajar. Mindset seperti ini yang membuat UN menjadi seperti sekedar dilaksanakan. Hal ini terbukti pada pola pengawasan UN di beberapa tempat terkesan longgar. Misalnya pengawas sering kali membuat  suasana UN tidak ketat sehingga siswa bisa dengan leluasa  bekerja sama bahkan membawa contekan. ” Itu bisa kami buktikan dengan foto yang kami miliki,” ujarnya.

Ia menjelaskan pada proses pelaksanaan UNBK misalnya, ditemukan banyak pengawas ruangan tidak sesuai prosedur operasional standar (POS)  UN.Terbukti dengan masih  banyak pengawas yang masuk membawa dan memainkan ponsel di ruangan. Bahkan ironisnya banyak pengawas yang  ngobrol  tanpa menghiraukan  peserta UNBK. ”Bahkan pengawas  seakan melakukan  pembiaran kepada peserta UNBK yang nyontek  bahkan berdiskusi pada pelaksanaan UN tersebut,”tambahnya.

Ketimpangan itu ternyata tidak hanya terjadi ketika UN berlangsung. Bahkan sebelum UN atau pada tahap persiapan petugas teknis (proktor) di beberapa daerah pada sekolah- sekolah yang baru melaksanakan UNBK, ternyata proktor tersebut belum mendapatkan pelatihan sehingga cukup menghambat ketika terjadi permasalahan tekhnis. ”Kami memiliki banyak catatan yang dijadikan evaluasi termasuk masih adanya anak yang membawa kertas yang diduga kunci jawaban,”ujarnya.

Dalam pelaksanaan UN terutama UNBK ditemukan ada praktik pungli. Hal tersebut menandakan ketidaksiapan pemerintah terutama pemerintah daerah   untuk memfasilitasi kebutuhan sarana UN.  Bahkan untuk  pelaksanaan UNBK  tingkat SMA dan SMK  diatas 70 persen komputer disiapkan oleh masyarakat. ”Bagi kami ini persoalan serius yang harus disikapi oleh pemerintah. Memang benar kalau masyarakat bisa berperan aktif untuk membantu, namun ini tetap tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,”ujarnya.

Temuan lainnya kata Adhar, pelanggaran dilakukan oleh pejabat pemerintahan dengan melanggar POS UN tersebut dengan cara masuk kedalam ruangan ketika UN berlangsung.

”Prosedur sistem UN dilanggar oleh pejabat pemerintah dengan masuk ke dalam ruangan, baik itu yang diakukan bupati maupun wakil gubernur. Apa yang dilakukan selain tidak menghormati UN namun mereka tidak paham apa sebenarnya kebutuhan UN karena di dalam UN tersebut kita bangun integritas pemikirin. Hal-hal seperti itu harus ditinggalkan,”ujarnya.

Namun secara keseluruhan, Ombudsman menilai bahwa pelaksanaan UN tahun ini jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu Ombudsman menemukan sehari sebelum UN diwarnai dengan siswa yang sejak malam keluar untuk mencari kunci jawaban, ternyata saat ini bisa diminimalisir. “Memperbaiki UN ternyata tidak bisa kita lakukan dengan membongkar kasus- kasus, tapi memperbaikinya dengan sistematis yakni pelaksaanaan UN yang bisa meminimalisir praktik- praktik UN yang tidak berkualitas dan terbukti UNBK ini bisa meminimalisir praktik buruk. Secara umum UN di NTB dan jauh lebih bagus dibandingkan dengan tahun lalu,”ucapnya.

Dikatakan, UNBK bisa membuat UN yang berintegritas. Masalah yang muncul, hanya kurang kesiapan dan perhatian dari pemerintah.(cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid