Oktober Kapal Pembangkit Listrik Apung Tiba di Lombok

KAPAL PEMBANGKIT: Usai press converence kedatangan kapal pembangkit listrik, Direktur Karpowership Asia Region, Ufuk Berk, didampingi Kadis Dikpora NTB, H. Muh Suruji, dan Bupati Lobar menyerahkan bantuan laboratorium komputer di Ponpes Hikmatussarief, Selat, Narmada, Rabu (31/8). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG—Peseroan Terbatas (PT) Karpowership Indonesia memastikan kapal pembangkit tenaga listrik asal Turki yang disewa oleh Pemerintah Indonesia akan tiba di Lombok pada akhir Oktober mendatang. Kedatangan kapal pembangkit listrik terapung yang akan stand by atau nyandar di Pantai Jeranjang, Lombok Barat ini akan menjawab tantangan defisit suplay daya listrik di NTB yang selama ini masih terjadi.

Direktur Karpowership Asia Region, Ufuk Berk memastikan kapal tenaga listrik terapung sudah sampai di Lombok di akhir Oktober 2016 mendatang. “Sesuai schedule (jadwal)-nya, akhir Oktober 2016 kapal listrik terapung sudah tiba di Lombok dari Turki,” kata Ufuk Berk, didampingi Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid dan Kepala Dinas Dikpora Provinsi NTB, H. Muhammad Suruji di sela peresmian bantuan laboratorium komputer di Ponpes Hikmatussarief, Selat, Kecamatan Narmada, Rabu kemarin (31/8).

Dikatakan, berbagai persiapan dalam mengoperasikan kapal pembangkit tenaga listrik apung di Jeranjang, Lombok Barat sudah mulai dipersiapkan. Mulai dari kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk juga jaringan hingga lokasi tempat menyandar kapal induk pembangkit tenaga listrik terapung tersebut.

Begitu juga dengan masalah perizinan, menurut Ufuk Berk, seluruh proses perizinan sudah dilakukan. Bahkan hingga saat ini berbagai macam proses perizinan yang menyangkut kehadiran kapal dan operasional kapal pembangkit tenaga listrik apung tersebut.

“Untuk masalah perizinan sudah tidak ada masalah. Karena operasional kapal pembangkit tenaga listrik di Lombok ini merupakan yang kedua, setelah Manado,” jelas Ufuk Berk.

Ufuk Berk menyebut potensi kapasitas daya listrik yang ada di dalam kapal pembangkit tenaga listrik yang akan operasional di Lombok tersebut sebesar 110 mega watt (MW). Namun, sesuai kontrak yang akan disuplai untuk kebutuhan listrik di Pulau Lombok dengan kapasitas daya 60 MW.

Kapal pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas daya sebesar 110 MW dimana akan dipasok untuk kebutuhan listrik Pulau Lombok dengan daya 60 MW itu akan berlangsuang selama lima (5) tahun sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani bersama pihak PLN pada tahun 2015 lalu.

Sementara Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid sangat berharap kapal pembangkit tenaga listrik apung yang merupakan perusahaan milik Turki tersebut bisa segera operasional. Dengan begitu, persoalan defisit pasokan daya listrik yang selama ini menyebabkan pemadaman bisa teratasi.

Selain itu, pasokan daya listrik dari kapal pembangkit tenaga lsitrik apung tersebut bisa menjadi solusi terkait semakin tingginya investasi di sektor pariwisata. “Kita berharap pembangkit listrik terapung ini bisa segera operasional,” ujarnya.

PT Kaporwership Indonesia telah sepakat untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan umum negara yakni PT PLN  untuk lima kapal pembangkit tenaga listrik (Powership) dengan total kapasitas 540 MW. Powership memasok listrik ke lima pulau yang berbeda di Indonesia, dan pertama yang dioperasikan pada proyek tersebut adalah Karadeniz powership zeynep Sultan dengan kapasitas 120 MW di AMurang Manada dan mulai beroperasi pada Januari 2016. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut