Oknum PNS Terjaring Razia Pol PP

RAZIA: Pasangan tidak sah yang terjaring razia oleh petugas Sat Pol PP Lotim di kawasan obyek wisata Tete Batu, sedang diminta keterangan dan identitasnya (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG–Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Lotim, ketika menyisir tempat penginapan dan hotel di sejumlah lokasi Kabupaten Lotim, kembali menemukan pasangan tidak sah. Seorang oknum PNS berinisial LN (56), beralamat di Kecamatan Sakra Barat, terjaring razia petugas sedang berada dalam kamar bersama dengan MH (28), warga sama, yang bekerja sebagai salah staf desa di wilayah selatan Lotim.

LN dan MH di temukan berada di dalam kamar kamboja, salah satu penginapan di di Tete Batu, Selasa kemarin (20/12), sekitar pukul 11.30 Wita. Saat diketuk pintunya, oknum PNS ini keluar dengan hanya menggunakan handuk saja. Sementara pasangannya, MH ditemukan petugas sembunyi di kamar mandi.

”Setelah kita lakukan penggeledahan, di dalam kamar mandi kita menemukan MH sedang sembunyi,” ungkap Kasi Opstib dan Linmas Sat Pol PP Lotim, Lalu Abdullah Purwadi, kemarin.

Dijelaskan, kegiatan razia yang dilakukan oleh Sat Pol PP bekerja sama dengan pihak Kepolisian, TNI, dan Tim Kejaksaan, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan melalui “Operasi Sisi”, dalam rangka menertibkan kota yang akan dilakukan selama dua hari. “Untuk pertama ini kita melakukan razia di Loang Gali, Kecamatan Aik Mel, dan juga ke kawasan Tete Batu,” ujarnya.

Untuk razia yang dilakukan di sejumlah hotel di Loang Gali sambungnya, petugas menemukan ratusan kondom yang telah disiapkan di masing masing kamar oleh pihak hotel. “Dari banyaknya kondom yang sudah disiapkan pihak hotel ini, dapat dipastikan kalau hotel tersebut disinyalir sering dijadikan sebagai tempat mesum,” paparnya.

BACA JUGA :  PNS Kota Tarakan Siap Renang dari Trawangan-Bangsal

Setelah melakukan penyisiran ke lokasi pertama, kemudian dilanjutkan dengan menyasar hotel-hotel di kawasan wisata Tete Batu. Di lokasi inilah petugas menemukan oknum PNS sedang bersama pasangan tidak sahnya di dalam kamar.

Sebagai tindak lanjut terjaringnya oknum PNS ini, maka pihaknya kemudian akan melakukan koordanisai dengan BKD, khususnya bidang disiplin agar ditindak lanjuti.

Sementara untuk pasangan non PNS yang juga ikut terjaring razia, mereka akan dilakukan pembinaan, dan memanggil pihak keluarganya. “Kalau hanya sebatas kita tangkap saja dan diberikan pembinaan saja, maka itu tidak akan memberikan efek jera. Tapi kalau kita panggil keluarganya dan kepala desanya, saya rasa itu merupakan cara yang paling bagus,” tegasnya.

Razia yang dilakukan oleh Sat Pol PP, dibantu oleh beberapa unsur lainnya ini merupakan bentuk pengawasan pemerintah daerah terhadap efek negatif perkembangan pariwisata di Lotim.

Apalagi saat ini Lombok merupakan destinasi wisata halal yang mendapat penghargaan. “Hal inilah yang membuat kita terus melalukan razia. Karena yang kita takutkan juga saat ini, jangan sampai penginapan digunakan oleh para siswa yang masih duduk di bangku SMA,” tutupnya.

Sementara itu, oknum PNS yang terjaring razia tersebut mengaku kalau sebelum kejadian dia hendak pergi ke BKD, untuk urusan tertentu. Namun karena MH (pasangan tidak sahnya) menelpon, dan mengatakan kalau sepeda motornya di tilang, maka dia mengurungkan niatnya ke BKD untuk membantu MH yang merupakan pasangan gelapnya. ”setalah saya bertemu, baru saya kesini untuk mandi-mandi,” akunya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaSinggung Soal Hijab
Berita berikutnya‘Horni’ Pagi-pagi, SD Coba Perkosa SA