Oknum Perawat Sembalun Diamankan karena Sebar Hoaks Bentrok Warga Pasca Kasus Pembacokan

illustrasi

SELONG – Seorang oknum perawat di inisial I (33) warga Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur diamankan pihak kepolisian Rabu (27/12/2023). Yang bersangkutan diamankan karena telah menyebar hoaks atau berita bohong terkait adanya bentrok warga antardesa pasca kasus pembacokan tukang parkir di Objek Wisata Pusuk Sembalun beberapa hari lalu.

Diketahui telah terjadi kasus pembacokan oleh Kepala Dusun (Kadus) Pesugulan, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Andra Susanto (32) terhadap tukang parkir bernama Rizal (28) warga Dusun Bebante, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun bertempat di Objek Wisata Pusuk Sembalun, Minggu (24/12/2023).

Pasca kasus itu, muncul berita bohong yang disebar oleh oknum perawat ini sehingga menyebakan keresahan di tengah masyarakat. Ia pun sempat dibawa ke Polsek Sembalun untuk dimintai pertanggungjawaban atas hoaks yang telah disebarkannya itu.

Namun oknum perawat tidak ditahan, hanya diminta meralat dan meluruskan berita yang telah disebarnya itu. “Sudah kita amankan dan kita lakukan pembinaan. Yang bersangkutam juga sudah minfa maaf di Polsek Sembalun,” kata Kasatreskrim Polres Lombok Timur AKP Dharma Yulia Putra, Kamis (28/12/2023).

Meski tidak ditahan, namun pelaku tersebut tetap diminta untuk wajib lapor. Lebih lanjut Dharma mengatakan bahwa kasus ini murni dendam pribadi. Pelaku penusukan sakit hati dengan korban yang diduga telah membakar lapak tempatnya berjualan di Pusuk Sembalun pada 2018 lalu.

“Namun kita sayangkan kejadian tersebut ada oknum yang memanfaatkannya untuk membuat berita yang tidak jelas serta tidak benar,” sesalnya. Dharma menegaskan bahwa objek wisata Sembalun dipastikan aman dikunjungi oleh wisatawan setelah kasus itu.

“Sembalun aman. Masyarakat jangan mudah terpancing dengan informasi yang tidak jelas,” terangnya.

Sejak kejadian tersebut pihaknya langsung ke TKP termasuk juga mengamankan situasi. Kemudian dengan cepat menahan pelaku pembacokan dan menetapkan tersangka.

“Saya pastikan sekali lagi. Silakan datang ke Sembalun. Wisatawan yang datang berlibur ke Sembalun tetap aman dan nyaman,” singkat Dharma. (lie)

Komentar Anda