OJK Gelar Expo IB Vaganza Keuangan Syariah Nasional

Transaksi Ditarget Buka 3.000 Rekening Baru

OJK Gelar Expo IB Vaganza Keuangan Syariah Nasional
Direktur Penelitian, Pengembangan, Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK, Deden Firman Hendarsyah, Kepala OJK NTB, Farid Faletehan saat membuka Expo IB Vaganza Keuangan Syariah Nasional 2018 di Mataram, Jum’at (3/8). (Hisnaini/Radar Lombok)

MATARAM –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng belasan industri keuangan menggelar IB Vaganza Expo Keuangan Syariah Nasional di Kota Mataram dari tanggal 3-5 Agustus. Gelaran IB Vaganza Expo Keuangan Syariah Nasional tersebut, OJK menargetkan transaksi mencapai Rp5 miliar dengan jumlah rekening baru sebanyak 3.000.

Direktur Penelitian, Pengembangan, Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK, Deden Firman Hendarsyah mengatakan, Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan industri keuangan syariah. Dengan jumlah mayoritas penduduk muslim terbanyak, serta adanya kebijakan Pemerintah Provinsi NTB konversi Bank NTB menjadi full Bank Umum Syariah akan semakin menggairah pertumbuhan keuangan syariah di NTB.

BACA JUGA: Peluang Bisnis Rumput Hias Semakin Menjanjikan

“Provinsi NTB masuk empat daerah di Indonesia sebagai tempat gelaran IB Vaganza Expo Keuangan Syariah Nasional. Karena potensi pengembangan keuangan syariah di NTB sangat besar,” kata Deden Firman Hendarsyah didampingi Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan, di sela-sela pembukaan IB Vaganza Expo Keuangan Syariah Nasional tahun 2018, Jum’at kemarin (3/8).

Firman menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada publik mengenai produk dan jasa layanan keuangan syariah yang semakin beragam dan bermanfaat besar bagi masyarakat sekaligus meningkatkan akses masyarakat ke sektor keuangan sesuai dengan program literasi pemerintah. Terlebih lagi, Provinsi NTB dalam waktu dekat ini Bank NTB konvensional akan menjalankan usahanya secara penuh syariah setelah proses konversi final dan mendapatkan izin dari OJK.

Secara nasional, lanjut Firman, perkembangan keuangan syariah cukup menggembirakan. Data OJK per Mei 2018 komposisi total aset keuangan syariah tidak termasuk saham syariah, secara nasional sebesar Rp1.179,47 triliun atau sebesar 8,38 persen dari total aset keuangan nasional. Adapun, aset perbankan syariah sebesar Rp 437,08 triliun dari total aset perbankan nasional dengan market share saat ini pada posisi 5,69 persen.

Keuangan syariah juga mengalami pertumbuhan yang positif, yaitu dari total aset sebesar 18,80 persen secara tahunan atau year on year (yoy) per akhir Mei 2018. Sedangkan, kondisi perbankan syariah terdiri dari 13 bank umum syariah, 21 unit usaha syariah dan 167 BPR syariah hingga Mei 2018 menunjukan perkembangan yang positif, baik aset maupun intermediasi mengalami peningkatan yaitu sebesar 16,32 persen yoy dan 13,65 persen yoy.

BACA JUGA: Bulog NTB Mulai Pasarkan Beras Kemasan Sachet 200 Gram

“Tantangan terbesar industri syariah adalah masalah literasi/pengetahuan masyarakat tentang keuangan syariah. OJK terus berupaya memperkenalkan keuangan syriah melalui pelaksanaan IB Vaganza Expo Keuangan Syariah Nasional tahun 2018,” kata Firman.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan mengatakan, Kota Mataram terpilih sebagai salah satu kota pelaksanaan iB Vaganza, karena dinilai sebagai salah satu daerah yang sangat potensial. Dengan julukan Bumi Seribu Masjid, NTB menyimpan potensi besar pengembangan ekonomi syariah secara organik. Selain itu, dengan dicanangkannya wisata halal oleh Pemerintah Provinsi NTB, maka semakin mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah.

“Pemprov NTB memiliki komitmen kuat dalam pengembangan ekonomi syariah. Ditandai dengan keputusan PT Bank NTB untuk melakukan konversi menjadi Bank Syariah pada tahun 2018 ini,” kata Farid.

Farid menyebut, dengan dilakukan langkah konversi, maka diperkirakan aset syariah di NTB bertambah Rp9 triliun. Sehingga market share perbankan syariah di NTB menjadi sekitar 30 persen bila dilihat dari data OJK Mei 2018, jumlah total aset gross BUS dan UUS Provinsi NTB mencapai Rp3,93 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pembiayaan yang disalurkan masing-masing sebesar Rp1,83 triliun dan Rp3,28 triliun. Adapun, tingkat literasi keuangan syariah posisi 2016 Provinsi NTB sebesar 5,09 persen dan tingkat inklusi sebesar 8,36 persen.

BACA JUGA: Investor Qatar Siap Kembangkan KEK Mandalika

“Kegiatan iB Vaganza tetap dilaksanakan sebagai wujud dukungan perbankan syariah untuk masyarakat NTB,” tutup Farid. (cr-isn)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut