OJK Dorong Ibu RT Rencanakan Keuangan Pendidikan

Yusri (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Tahun ajaran baru sudah mulai, dimana setiap orang tua pasti memiliki impian untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Bagi para orang tua, memasuki tahun ajaran baru berarti ada sejumlah biaya yang perlu disiapkan, baik biaya bulanan, semesteran, maupun uang pangkal sekolah bagi anak yang memasuki jenjang pendidikan baru di sekolah swasta maupun negeri.

Untuk mencapai tujuan keuangan, orang tua perlu merencanakannya. Nyatanya dalam sebuah keluarga, bukan hanya orang tua yang perlu membuat rencana keuangan. Seluruh anggota keluarga perlu merencanakan keuangannya karena masing-masing pasti memiliki impian yang berbeda, termasuk anak.

“Setiap orang tua perlu memiliki perencanaan keuangan dalam pendidikan anaknya,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Yusri, Rabu kemarin (19/7).

Sebagai contoh,  lanjut Yusri, untuk keperluan menyambut tahun ajaran baru, anak sekolah identik dengan berbagai perlengkapan sekolah yang baru. Selain keperluan wajib untuk sekolah, seperti buku ajar, alat tulis, tas atau sepatu, setiap anak tentu juga menginginkan perlengkapan sekolah impiannya.

Untuk mencapai suatu tujuan keuangan, orang tua membutuhkan perencanaan keuangan. Pada dasarnya, sekecil apapun sebuah tujuan, akan menjadi lebih mudah untuk dicapai bila direncanakan dengan baik.

Untuk merencanakan keuangan yang baik bagi masa depan pendidikan anaknya, kunci utama mencapai keinginan ialah usaha yang sungguh-sungguh dalam menjalankan rencana keuangan yang telah disusun. “Jangan mudah tergoda dengan keinginan yang bukan merupakan prioritas dan di luar rencana keuangan, tapi ikuti tahapan merencanakan keuangan,” jelas Yusri.

Yusri mengatakan, yang pertama bagi orang tua itu adalah perlu memastikan bahwa keuangan yang dimiliki itu sudah sehat. Uang yang masuk harus lebih besar daripada uang yang keluar. Biasakan untuk mengalokasikan sebagian pendapatan untuk simpanan, baik itu dalam bentuk tabungan melalui bank/ agen laku pandai di sekitar, ataupun dalam bentuk tabungan emas.

Kedua, orang tua perlu mengalokasikan/ menyusun rencana pengeluaran. Sebaiknya rencana pengeluaran disusun sebelum menerima pendapatan di periode berikutnya. Menyusun rencana pengeluaran akan membantu orang tua menentukan prioritas kebutuhan sehingga pada bulan berikutnya tidak semua kebutuhan dianggap sebagai prioritas, serta mempermudah dalam mencapai impian.

Selanjutnya yang ketiga adalah, biasakan mencatat dan memperhatikan setiap nominal penghasilan/ uang yang diperoleh, dana yang dialokasikan untuk disimpan/ ditabung, pengeluaran rutin dan tidak rutin serta berapa sisa yang akan dibelanjakan.

Dengan mencatat pengeluaran, maka orang tua dapat lebih selektif lagi saat membelanjakan uang, yang pada akhirnya dapat menambah tabungannya. “Pengeluaran kadang tetap tak terkendali meskipun anggaran telah tersusun.Hal tersebut bisa terjadi karena tidak mengendalikannya,” ujar Yusri.

Karena itu, sambung Yusri, bagi orang tua yang belum terbiasa menyusun anggaran sehingga merasa kesulitan untuk mengendalikannya, maka perlu membuat anggaran yang jelas, tuliskan jenis anggaran dan perkiraan jumlah dana yang kamu butuhkan. Misalnya, sebagai pelajar kamu membutuhkan Rp50.000,- setiap minggunya.

Untuk Ibu Rumah Tangga (RT), akan lebih mudah dalam menyusun anggaran jika jumlah dana tersebut dibuat pula dalam bentuk persen. Misalnya, setiap bulannya dibutuhkan 5 persen dari gaji suami yang diterima untuk membayar air dan listrik.

Selanjutnya tempatkan dana yang sesuai dengan anggaran tersebut dalam amplop-amplop yang terpisah, lalu tuliskan tujuan dana pada setiap amplop. Jangan mengambil dana bila tidak sesuai dengan tujuan yang tertera. Bila perlu, buat rekening terpisah untuk menabung dengan kartu ATM yang memiliki batas penarikan kecil dan tidak dibawa di dompet melainkan disimpan saja di tempat yang aman. “Hal ini membantu orang tua untuk lebih disiplin dalam mengelola keuangan,” ucap Yusri.

Yang tak kalah pentingnya, kata Yusri, hidup sederhana adalah awal dari kesejahteraan. Daripada makan di restoran mahal dengan teman-teman, lebih baik makan di rumah untuk mengehemat anggaran. Selain itu, bisa juga mempererat hubungan dengan keluarga.

Jangan tergesa-gesa membeli barang yang tidak dibutuhkan. Hindari membeli barang hanya karena terbawa iming-iming iklan, atau karena tergiur dengan penawaran diskon yang besar. Padahal, bisa saja setelah dibeli, barang tersebut hanya akan dibiarkan tergeletak di kamaru. “Ingat, murah belum tentu butuh,” imbuhnya.

Yusri menambahkan, tidak perlu khawatir dengan kata orang lain dan mementingkan gengsi. Misalnya, sebagai ibu rumah tangga, memaksakan untuk membeli tas bermerek karena semua teman di komplek sudah memilikinya. Harga tas tersebut setara dengan kebutuhan makan keluarga selama sebulan, padahal juga tidak akan menggunakannya setiap hari.

Tampil menarik tidak harus mahal. Lebih baik memilih barang berkualitas yang harganya lebih terjangkau dan lebih berguna untuk aktivitas. “Lagipula, jika mampu hidup sejahtera di masa depan, keluarga juga yang akan menikmati,” pungkasnya. (luk)

BACA JUGA :  SDN 1 Labuapi Terapkan Ujicoba Online
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaIPSI NTB Dianggap Mati Suri
Berita berikutnyaSekolah Negeri Kena Imbas