Ojek Online Lombok Tolak Perpanjangan PPKM Darurat

TOLAK PERPANJANGAN: Ojek online di Mataram menolak rencana pemerintah yang akan memperpanjang PPKM darurat. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Pengemudi ojek online (ojol) Lombok di Kota Mataram menolak rencana pemerintah pusat yang akan memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Penolakan ini disampaikan puluhan ojol saat berorasi di depan Kantor Gubernur NTB, Senin pagi (19/7/2021). “Kami menuntut agar PPKM darurat tidak diperpanjang,’’ ujar koordinator lapangan aksi, Budi Suseso.

Tuntutan tersebut dinilai cukup layak disampaikan. Karena sejak PPKM darurat diberlakukan di Kota Mataram, banyak masyarakat yang terkena dampaknya. Seperti kehilangan pekerjaan dan penghasilannya jauh merosot. Mulai dari pedagang pasar, pedagang kaki lima maupun ojol yang pendapatannya berkurang drastis. “Ini sudah terasa sekali dampaknya dengan pembatasan-pembatasan itu. Jadi mohon kiranya ini jangan diperpanjang,’’ katanya.

BACA JUGA :  Tutorial Menawar Ala Kapolda NTB, Harga Rp 50 Ribu Ditawar Rp 300 Ribu

Dampak PPKM darurat untuk ojol juga sangat terasa. Dampaknya dirasakan sejak pandemi menyerang awal Maret tahun lalu. Kini bertambah drastis dengan PPKM darurat diberlakukan. “Terutama untuk sektor penumpang (bike) itu sudah tidak ada sama sekali bisa kita bilang. Sebenarnya sektor bike itu atau pengantaran manusianya  yang banyak dapat ordernya. Kalau pengantaran go food itu tidak cukup bagi kami. Apalagi dengan PPKM ini. Omzet kami turun hampir 70 persen,’’ terangnya.

Pendapatan yang jauh berkurang, justru dinilai berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah. “Kenapa ruang kami mencari nafkah dibatasi. Sementara kebijakan untuk PDAM, listrik dan finance itu tidak ada batasan,’’ jelasnya.

BACA JUGA :  Pedagang Minta Diborong Rp 150 Ribu, Wakapolda NTB Bayar Rp 500 Ribu

Adapun tuntutan ojol agar diizinkan melintas di pos penyekatan, Budi mengatakan, tuntutan tersebut sudah di penuhi kepolisian dan petugas gabungan yang berjaga di pos penyekatan. “Ojol disetiap penyekatan sudah diizinkan melintas. Tinggal dia menunjukkan aplikasi pengantaran. Baik saat mengantar orang maupun barang atau makanan. Intinya kami meminta kepada pemerintah yang memiliki hati nurani. Mohon untuk PPKM jangan diperpanjang. Kan bisa dicari alternatif lain,’’ harapnya.

Aksi ojol Lombok yang menuntut PPKM darurat tidak diperpanjang ini berlangsung lancar dan damai. Puluhan peserta aksi membawa tulisan harapan mereka. Sebelum aksi dilaksanakan, puluhan ojol menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan disaksikan masyarakat  yang melintas. (gal)