Objek Wisata Giong Siu dapat Kucuran Rp 200 Juta

DITATA: Salah satu destinasi wisata di Kota Mataram yang terus ditata dan keberadaannya semakin cantik yakni objek wisata Giong Siu Babakan. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Destinasi wisata Giong Siu Babakan terus dipercantik. Apalagi kini Dispar Kota Mataram kembali mengelontorkan anggaran Rp 200 juta, untuk penataan dan pembangunan sejumlah fasilitas tambahan. Hal ini untuk mematangkan destinasi wisata yang bernuasa alam ini agar semakin diminati warga.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H Nizar Deny Cahyadi mengatakan tahun 2023 telah disiapkan anggaran Rp200 juta, untuk penataan sejumlah fasilitas pendukung di objek wisata Giong Siu, sebagai bagian tahap persiapan penilaian setelah diusulkan mengikuti lomba Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

“Anggaran diperuntukkan penataan antara lain pembangunan fasilitas toilet, pedestrian, dan lapak pedagang kaki lima,” katanya kepada Radar Lombok, Minggu kemarin.

Dijelaskan Deny, untuk penataan akan dilakukan pada triwulan dua tahun ini, atau sekitar bulan Mei 2023. Rinciannya, untuk pembangunan toilet di areal Giong Siu dianggarkan sekitar Rp25 juta, sedangkan penataan pedestrian sekitar Rp50 juta. Sisanya akan digunakan untuk penataan fasilitas lainnya, serta pembangunan lapak pedagang kaki lima (PKL) dengan konsep tradisional.

Lapak PKL dengan konsep tradisional adalah lapak  yang dibangun semi permanen, terbuat dari kayu, dan menggunakan atap alang-alang. Selain itu, makanan yang akan dijual di kawasan itu merupakan makanan tradisional, dan akan menggunakan peralatan tradisional juga, karena dukungan semakin penuh dari kalangan pelaku UMKM di Kelurahan Babakan.

Baca Juga :  Kelebihan Bayar Perjalanan Dinas 9 OPD Masih Berproses

Sebelumnya, Dispar Kota Mataram juga telah menyerahkan 25 unit “hammok” atau ayunan (tempat tidur gantung) dan 25 unit tenda kepada kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bahana Babakan, selaku pengelola Giong Siu. Pemasangan hammok itu menjadi ciri khas, serta daya tarik tersendiri bagi pengunjung ke objek wisata Giong Siu.

Pemasangan hammok ini juga sesuai dengan nama Giong Siu, yang berasal dari Bahasa Sasak (Lombok), yang artinya “Giong” adalah ayunan, sedangkan “Siu” berarti seribu. Sehingga kalau digabungkan menjadi Ayunan Seribu atau Seribu Ayunan.

“Ayunan akan kita pasang sebanyak-banyaknya, tapi secara bertahap. Yang penting potensi wisata alam itu bisa terkelola dengan baik. Untuk tenda, masyarakat bisa sewa di Pokdarwis,” jelasnya.

Wisata Giong Siu merupakan wisata alam yang dinilai memenuhi tujuh kategori untuk dilombakan ADWI, meliputi desa/kelurahan, daya tarik wisata, homestay, konten digital dan kreatif, suvenir, toilet, dan CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability). “Untuk fasilitas toilet menjadi skala prioritas. Karena ini salah satu bagian dari kenyamanan destinasi wisata yang dikunjungi,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Janda Cantik dan Satu Residivis Ditangkap Jual Sabu

Ia berharap untuk tahun ini bisa menyabet juara ADWI, dengan keikutsertaan Giong Siu dalam lomba ADWI 2023, sebagai motivasi penataan kawasan wisata tersebut. “Sekatang ini, bagaimana memperbaiki dan menambah fasilitas yang ada di sana agar masyarakat dapat manfaat. Jika kita berhasil mendapat penghargaan, itu adalah bonus bukan tujuan utama,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram Herman mengatakan Giong Siu saat ini terus berposes menjadi salah satu obyek wisata yang saling melengkapi, dan menjadi bagian utama dari kampung wisata terpadu Babakan. “Suasana sejuk dan rindang menjadi daya tarik, ditambah lagi dengan view (pemandangan) persawahan. Apalagi letaknya ditengah Kota Mataram, tentu sangat dinanti,” katanya.

“Selain itu, ada beberpa konsep yang sudah disusun bersama Dinas Pariwisata dan Pokdarwis, yakni menjadi tempat camping (berkemah). Tentunya semua fasilitas pendukung harus sudah disediakan, mulai dari tenda sampai tempat kuliner,” pungkasnya. (dir)

Komentar Anda