Objek Wisata Bahari Labuhan Haji Dianggarkan Rp 7 Miliar

wisata bahari Labuhan Haji
WISATA BAHARI: Lokasi proyek pembangunan objek wisata bahari di Labuhan Haji, yang kembali akan dikerjakan tahun ini dengan anggaran sebesar Rp 7 miliar. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG—Proyek pembangunan objek wisata bahari di Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), dipastikan akan berlanjut tahun ini. Dalam APBD 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim telah mengalokasikan anggaran untuk kelanjutan pengerjaan sebesar Rp 7 miliar.

Pengerjaan tahap pertama telah dimulai  pada tahun 2017 lalu. Item pengerjaan yang dilakukan yaitu pemasangan pondasi, termasuk pemerataan  lahan  di lokasi tempat akan dibangunnya objek wisata tersebut.

“Untuk tahun ini kita diberikan anggaran Rp 7 miliar,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata Lotim, Hadi Jayari, Selasa kemarin (23/1).

Dikatakan, pengerjaan proyek wisata bahari yang akan dilakukan tahun ini, merupakan perencanaan pengerjaan tahap kedua. Karena perencanaan awal telah dilakukan tahun 2017 lalu, dengan anggaran sebesar Rp 9,5 miliar.

BACA JUGA :  Renovasi Makam Datu Seran Dikritik

Dari anggaran itu, hanya Rp 2,5 miliar yang telah digunakan untuk pengerjaan tahap pertama. Sehingga sisa anggaran Rp 7 miliar akan dieksekusi tahun ini. “Perencanaannya sendiri sebenarnya telah kita lelang di tahun 2017. Tapi yang terlaksana tahun 2017 hanya Rp 2,5 miliar,” sebut dia.

Selanjutnya dari Rp 7 miliar tersebut, akan diprioritaskan untuk penataan, diantaranya pembangunan break water (pemecah ombak), mengigat lokasi proyek berada dekat pinggiran pantai, kemudian pembangunan tembok keliling, fasilitas jalan, termasuk kantor pengelola dan gapura. “Itu yang menjadi skala prioritas pengerjaan kita tahun ini,” ujarnya.

Soal kepastian kapan pengerjaan akan dimulai ? Kembali Hadi menjawab, pihaknya terlebih dulu akan menunggu penetapan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang ada di SKPD terebut. Baru setelah itu akan berlanjut sejumlah tahapan lainnya. “Setelah penetapan DPA. Baru kita akan lakukan proses lelang, yaitu sekitar awal atau pertengahan Februari,” terang dia.

BACA JUGA :  Rumah Adat Desa Beleq, Cikal Bakal Warga Sembalun

Proses pengerjaannya sendiri akan dilakukan secara bertahap. Itu semua akan disesuaikan dengan kemampuan dan ketersedian anggaran yang dimiliki Pemkab Lotim. “Jadi pembangunannya disesuaikan dengan keuangan daerah, dan dilakukan secara bertahap. Setelah selesai penataan, kita bangun fasilitas wahana seperti tempat bermain dan lainnya,” jelasnya.

Selain wisata bahari, di lokasi objek wisata ini juga akan dibuatkan museum bahari, yang menceritakan sejarah dibangunnya Pelabuhan Labuhan Haji. “Jadi konsep pembangunanya seperti itu. Ada museum wisata baharinya, dan tempat untuk bermain,” pungkasnya. (lie)