Nyawa Rani Guru TK Gunungsari Direnggut Tukang Bangunan

DITANGKAP: Pelaku pembunuhan guru TK di Gunungsari turun dari mobil Tim Puma Satreskrim Polresta Mataram. (ABDURRASYID EFENDI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pelaku pembunuhan guru TK bernama Haerani (22 tahun) di BTN Citra Persada Medas, Blok S Nomor 5, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat telah ditangkap.

Pelaku berinisial S, 41 tahun, asal Ampenan Kota Mataram. S sendiri ditangkap di Desa/Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sekitar pukul 13.00 Wita, Rabu (10/8). S bermaksud kabur dan menghilangkan jejak sehingga lari ke Jawa. ‘’Kami sudah mengamankan pelaku. Pelaku ini adalah tukang bangunan yang bekerja di depan ruman korban,’’ ungkap Kasatreskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa kepada Radar Lombok, Kamis (11/8).

Kadek mengungkapkan, pelaku ditangkap di rumah warga setempat. Saat ditangkap, pelaku berusaha melarikan diri tapi berhasil diamankan.

Berdasarkan interogasi awal, pengakuan pelaku dengan hasil pemeriksaan awal, baik dari olah TKP dan pemeriksaan beberapa saksi memiliki kesamaan. “Memiliki kesinkronan anatara hasil olah TKP, keterangan saksi, pemeriksaan CCTV dan alat bukti lainnya. Saat ini pelaku akan diperiksa kebih lanjut di Mapolresta Mataram,” tambah Kadek.

Baca Juga :  Pemprov Minta Izin Mendagri Geser Anggaran untuk Bayar Utang

Terungkapnya kasus pembunuhan guru TK setelah polisi berulangkali melakukan olah TKP. Begitu juga dengan kecurigaan polisi yang mengarah kepada pelaku. Kecurigaan awal ini didukung juga adanya rekaman CCTV dan keterangan saksi yang mendengar adanya suara pukulan dua hari sebelum mayat Rani ditemukan.

Dalam rekaman CCTV, pelaku ini terekam sedang menuju ke arah rumah korban sekitar pukul 09.20 Wita. Sekitar pukul 10.00 Wita lebih, pelaku keluar dari rumah korban. Untuk motifnya sendiri, Kadek Adi belum membeberkannya secara rinci. “Dari interogasi awal, pelaku mengaku terjadinya peristiwa itu pada tanggal 26 Juli lalu, waktunya siang hari. Memang keterangannya sinkron dengan yang ada di CCTV,” imbuhnya.

Pada saat kejadian, pelaku sempat pergi mengecek pekerjaan di Jalan Tembolaq, setelah itu pelaku pulang menaruh motornya. Pada Rabu paginya, pelaku sudah berada di Pelabuhan Padang Bai Bali, lalu berangkat ke Jawa. “Pelaku pergi ke Jawa Timur untuk melarikan diri dan sambil bekerja,” ucap dia.

Baca Juga :  62 Kasus Positif Baru, Empat Pasien Meninggal Dunia

Seperti diketahui, jasad Rani pertama kali ditemukan ibu kandungnya, Nurmah pada Jumat (29/7) lalu. Nurmah menemukan jasad anak gadisnya dengan posisi duduk di pojokan kamar mandi dengan leher dan muka tertutup kain. Dari temuan itu, polisi kemudian melakukan olah TKP dan mengotopsi mayat korban.

Dari keterangan medis, Rani diperkirakan sudah dua hari meninggal dunia sejak mayatnya ditemukan. Saat ditemukan juga, jasad Rani sudah mengeluarkan bau busuk dengan beberapa luka di bagian wajahnya. Dari pemeriksaan polisi, semua barang barang milik Rani yang ada di rumah tersebut masih utuh, terkecuali handphone Rani sejumlah dua unit. (cr-sid)

Komentar Anda