Nyaleg, Kades Harus Mundur

Salmun Rahman (Dok/Radar Lombok)

SELONG –  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lombok Timur  mengingatkan kepala desa yang akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu mendatang untuk menaati aturan yang ada. Jika maju menjadi caleg, Kades harus mundur dari jabatannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kadis PMD Lombok Timur, Salmun Rahman, kemarin. Dijelaskannya, mengundurkan diri dari jabatan merupakan langkah yang tepat untuk mengindari fitnah maupun gejolak di tengah masyarakat.” Memang tidak ada  aturan yang melarang Kades menjadi Caleg. Ketika sudah mencalonkan diri maka tentu ada aturan yang harus diikuti,” terang Salmun.
Berdasarkan Undang- Undang Desa, Kades hanya dilarang menjadi pengurus partai dan dilarang ikut politik praktis atau mendukung satu calon. Sehingga Jika Kades menjadi pengurus partai, maka diharuskan mundur dari jabatannya. Namun, Kata Salmun, jika Kades hanya sebatas menjadi anggota partai saja, itu tidak dilarang. Sebab belum ada aturan yang melarang Kades ikut menjadi anggota partai.”Kalau menjadi pengurus maka harus mundur. Secara etika lebih terhormat mengundurkan diri daripada dimundurkan. Maka lebih baik kalau terlibat menjadi pengurus partai silahkan mundur saja,” sarannya. 

Dengan ikut sertanya Kades menjadi anggota partai diakui itu memang  tidak akan berpengaruh terhadap terhadap jabatannya. Beda kalau sudah memantapkan diri untuk maju menjadi Caleg.” Memang sudah banyak Kades yang telah mengutarakan niatnya untuk nyaleg,” ungkap Salmun.(lie)

Komentar Anda