Nyale Sudah Keluar, Pemkab Lombok Tengah Ogah Disalahkan

Bau Nyale
Bau Nyale (DOK)

PRAYA – Pelaksanaan pesta rakyat bau nyale yang rencananya dilaksanakan 6-7 Maret oleh Pemkab Lombok Tengah, ternyata meleset dari target. Nyale (cacing laut) dikabarkan sudah keluar sebelum waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan dilakukan.

Hal itu tidak dinapikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Lombok Tengah HL Muhammad Putria. Hanya saja, pihaknya berkilah jika jadwal yang ditentukan dalam event bau nyale itu ternyata meleset. Karena menurutnya nyale kapan saja bisa keluar dan yang ada saat ini hanya nyale bermain dan itu sudah lumrah terjadi. “Tapi kalau ada yang mengatakan nyale keluar saat ini berarti mereka tidak paham tentang nyale karena nyale bagi orang Sasak pantang diambil pada sebelum tanggal 20 bulan 10 kalender Sasak. Kalaupun ada nyale pada saat ini berarti itu namanya nyale bekedek (bermain) dan tidak resmi dalam tradisi Sasak,” ungkap Putria kepada Radar Lombok, Jumat kemarin (2/2).

Putria menambahkan, dari kepercayaan masyarakat jika nyale itu ada dua yakni nyale tunggak (pangkal/awal) dan nyale poto (ujung). Di mana jarak keluarnya nyale tunggak dan nyale poto selama satu bulan. Hal itulah yang kemudian membuat masyarakat Lombok Tengah melaksanakan kegiatan itu selama sebulan agar nantinya bisa melaksananakan kegiatan nyale poto dan nyale tunggak. “Ini belum saja tanggal 20 kalender bulan Sasak,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ribuan Warga Padatai Pantai Kaliantan Tangkap Nyale

Sebenarnya, sambung Putria, kalender sasak bisa dilihat dari tahun baru Imlek. Di mana tanggal 20 bulan Sasak itu akan jatuh setelah perayaan Imlek. “Ini Imlek saja belum, makanya para tokoh adat setelah melaksanakan ritual Sangkep Warige atau kegiatan musyawarah untuk penentuan pelaksanaan teradisi bau nyale untuk  tahun 2018 mendatang. Dipastikan jika puncak nyale itu akan keluar pada 6-7 Maret mendatang,” ucapnya.

Namun, pria yang dijuluki Raja Siledendeng itu tidak bisa memastikan jika pada 6-7 Maret akan banyak nyale yang keluar. Karena selain melihat situasi cuaca yang saat ini sudah ada tanda-tanda keluar. Pihaknya juga mengaku jika nyale itu tidak bisa diprediksi kapan keluarnya. “Yang jelas kita sudah memutuskan sesuai dengan hasil sangkep warige. Namun kalau hasilnya nanti kita lihat karena saya sendiri tidak bisa menentukann,” tandasnya. (cr-met)

loading...