NW Anjani Usung Gede Sakti dan Lale Yaqut

NW Tetapkan Usung Gede Sakti dan Lale Yaqut
DEKLARASI: Ormas Nadhlatul Wathan (NW) mendeklarasikan TGH Lalu Gede Sakti sebagai calon gubernur NTB dan Lale Yaquttunafis sebagai calon bupati Lotim di hadapan jamaah NW. (Ist/Radar Lombok)

MATARAM—Momentum politik di NTB rupanya tidak pernah dari tarik menarik kepentingan NW Pancor dan NW Anjani. Kedua ormas ini seolah berlomba menjadi pemenang.

Jika NW Pancor mendelegasikan Siti Rohmi di pilkada NTB, maka NW anjani mengutus HL Gede Sakti. Begitu juga di pilkada Lombok Timur, jika NW Pancor mengusung Syamsul Luthfi, maka NW Anjani mengusung Lale Yaqutunnafis.

Puncak dukungan terhadap Gede Sakti dan Yaqut dilakukan Minggu lalu (9/7). Kedua sosok itu dideklarasikan saat acara Zikrol Hauliyah Ma’had Darul Qur’an Wal Hadist ke-52 di Ponpes Syeikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur.

Sekretaris Jenderal PB NW, H Lalu Abdul Muhyi Abidin menyatakan, Gede Sakti dan Lalu Yaqut merupakan dua kader terbaik yang dimiliki NW.  Kedua sosok ini dipastikan akan maju melalui jalur partai politik, bukan independen.“Yang jelas kita akan maju melalui jalur partai politik,” ungkapnya.

Muhyi mengaku sadar, NW tidak bisa mengusung calon, kecuali partai politik. Lantaran itu, pihaknya kini tengah aktif menjajaki komunikasi politik dengan sejumlah partai.

“Apakah nanti sebagai nomor satu atau nomor dua, kita fleksibel. Kita serahkan kepada komunikasi  dan dinamika politik yang berkembang,” ucap mantan anggota DPD RI dapil Provinsi NTB tersebut.

Ia tak menepis, baik pihaknya dan parpol sudah menjalin dan membangun komunikasi politik untuk bergandengan mengusung kader NW di pilkada 2018. Tak terkecuali diduetkan kader NW dengan kader parpol. Hanya saja, komunikasi yang dibangun diakuinya belum final.

Komunikasi yang dibangun, jelasnya, baru sebatas menyamakan pandangan terkait program dan arah pembangunan daerah. Tak heran jika pihaknya masih terus terbuka menajajaki komunikasi dengan partai-partai yang lain.

Kenapa tidak memilih jalur independen, Muhyi mengatakan, rentang waktu yang tersisa sudah tidak memungkinkan. Satu-satunya pilihan adalah menempuh pertarungan melalui jalur partai politik.

Ia optimis kedua kader terbaik NW itu akan memperoleh dukungan parpol sebagai kendaraan. “Kita sangat optimis bisa memiliki kendaraan untuk maju,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah (PW) NW NTB, Raden TGB. HL. Gede Zainuddin Atsani mengatakan, dua kandidat ini merupakan kader terbaik NW. Deklarasi majunya kedua sosok ini disebutnya harus dijadikan pedoman bagi pengurus NW dan semua jamaah.

“Harus sama-sama berjuang untuk memenangkan dua kader kita ini,” tegasnya. (yan)