NTB Tunda Ekspor Kerajinan Ketak ke Arab Saudi

KETAK: Ekspor kerajinan ketak mundur menjadi Oktober 2021. (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Rencana ekspor produk kerajinan NTB ke Negara tujuan Arab Saudi yang akan dikirim Juli 2021, ternyata gagal. Pengiriman produk kerajinan ke Arab Saudi itu akhirnya dijadwalkan ulang, yakni recananya dikirim pada Oktober 2021 mendatang.

Mundurnya pengiriman produk kerajinan ke Arab Saudi tersebut diklaim lebih disebabkan karena ketersediaan barang belum sesuai permintaan. Mulai dari jumlah produk dan proses kurasi standar sesuai permintaan pembeli. Lantaran proses pengerjaan ketak sebanyak 38 ribu baru mencapai 40 persen, setelah dilakukan kurasi.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB H Fathurrahman mengakui jika pengiriman produk kerajinan ke Arab Saudi terjadi sedikit mundur yang direncanakan Agustus sudah mulai di ekspor. Namun, karena jumlah permintaan cukup banyak, sehingga membutuhkan waktu lebih lama, dalam sehari untuk memenuhi target 500-600 pcs ketak. Untuk menyelesaikan target paling tidak membutuhkan waktu 3 bulan memenuhi target 38 ribu ketak tersebut.

Baca Juga :  Puluhan Triliun APBD Masih Nganggur 

“Ini karena memakai 600 perajin, sehingga ada kendala-kendala teknis berkaitan dengan permodalan mereka, tetapi sudah dibantu. Perkiraan akhir September atau Oktober mulai dikirim,” kata H Fathurrahman, Senin (8/2).

Sekarang ini pengerjaannya kerajinan ketak ini dicukupi sebanyak 40 persen dalam minggu-minggu untuk dikurasi. Sedangkan sisanya 60 persen bias diselesaikan dalam 2 bulan ini akan rampung.

“Mudah-mudahan Agustus dan September ini 80 persennya sudah selesai, kalau sudah selesai dengan packing akhir September kita sudah bisa kirim. Kecuali kalau tidak ada kendala di kontainernya,” terangnya.

Dikatakannya, persoalan kontainer saat ini, karena Cina menarik semua Kontainernya, sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan keterlambatan pengiriman. Memang untuk melakukan ekspor menggunakan kontainer harus dilakukan jauh-jauh hari supaya disiapkan.

“Ini bukan mundur eskpornya, tapi menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Artinya secara target tetap, karena targetnya itu di akhir September, sehingga diharapkan oleh eksportir baranganya sudah ready,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dewan Minta Ada Alternatif Sebelum Penghapusan Tenaga Honorer

Untuk diketahui, pengiriman ke Negara Timur Tengah ini perdana dilakukan oleh Pemprov NTB, sehingga dapat membuka peluang pasar ekspor bagi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lainnya.

Sebelumnya, Sekretaris Disdag Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, sudah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ekspor produk unggulan NTB ke pasar Timur Tengah, kerja sama antara PT Sentral Logistik Lintas Timur, UD Nusa Indah, PT Ammar Sasambo Internasional dan NTB Mall, disaksikan oleh Perwakilan BI NTB dan Perwakilan BRI Cabang Lombok Tengah, bertempat di Aula BI, Kamis 1 April 2021 lalu.

“Kerja sama tersebut untuk pemenuhan ekspor ketak tahap I sebanyak 2 kontainer 40 HC dengan nilai Rp 1,7 milyar ke Arab Saudi,” sebutnya. (dev)

Komentar Anda