NTB Tolak Daging Ayam Impor Asal Brazil

PETERNAKAN AYAM : Peternak ayam lokal di Lombok mulai berkembang seiring potensi pasar yang semakin terbuka dan bahkan, NTB mulai surplus untuk ketersediaan daging ayam. (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pasar Indonesia siap-siap bakal dibanjiri daging ayam impor dari Brazil. Kondisi ini menjadi kekhawatiran akan berdampak pada harga ayam dalam negeri akan anjlok. Pasalnya, pasca Brazil menang dari gugatan di WTO (World Trade Organization) terhadap Indonesia, akan berdampak pada banjirnya ayam asal negeri Samba itu ke Indonesia.

Alhasil, peternak dalam negeri akan kesusahan melawan ayam impor dari Brazil tersebut. Kendati demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memastikan menolak kehadiran daging ayam impor asal Brazil masuk ke NTB. Karena, NTB diklaim produksi ayam masih surplus.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB H Fathurrahaman mengatakan, impor memang dibutuhkan ketika kondisi ketersediaan secara situasional tidak ada sama sekali di daerah. Tetapi sekarang ini tidak ada persoalan untuk ketersediaan daging ayam di NTB.

BACA JUGA :  Polisi Gerebek Judi Sabung Ayam

“Kita NTB ini juga sebagai peternakan ayam dan termasuk juga surplus untuk daging ayam. Rencana untuk impor tentu itu menjadi sebuah kebijakan yang akan kita koordinasikan dengan Dinas Peternakan,” kata H Fathurrahaman, Minggu (6/6).

Menurutnya, jika memang ada rencana impor ayam Brazil tersebut, tentunya akan membuat harga peternak ayam lokal anjlok di daerah. Hal tersebut menjadi pertimbangan untuk memasukannya ke NTB, karena akan berdampak juga pada para ternak ayam lokal.

“Kebijakan impor itu untuk masuk ke daerah bisa dilihat sampai sebatas mana segmentasinya terhadap harga. Tapi kami NTB tidak mengambil ayam Brazil,” tegasnya.

Jika pemerintah bisa menjamin stok jagung nasional dan DOC, maka harga daging broiler akan menurun, sehingga yang dibayarkan konsumen tidak terlalu tinggi. Sebab, dari segi cara berternak Indonesia tidak kalah saing dengan Brazil dan negara lainnya.

BACA JUGA :  97,57 Persen Telur Ayam Ras NTB Dipasok dari Luar

Dikatakannya, jika nantinya ayam Brazil tersebut masuk ke Indonesia dan daerah diwajibkan untuk menyerap, pihaknya berharap jangan sampai akan menganggu peternak-peternak ayam yang ada di NTB. Tetapi jika situasional karena memang ketersedian daging ayam itu juga menipis masih bisa dipertimbangkan.

“Karena itu penting bagi produsen-produsen pengusaha lokal kita di NTB, terutama yang berbasis makan minum, restoran dan sebagainya. Jadi ada sisi lebih kurangnya, ketika kita menerima impor dan bagaimana mencegah impor itu,” jelasnya.

Sebagai informasi, Indonesia sendiri sudah berada dalam 10 besar negara yang menghasilkan ayam broiler terbesar di dunia. Untuk penghasilan setiap tahunnya, Indonesia memproduksi 107 juta ton ayam dan hampir dua persen ayam broiler di dunia dihasilkan di Indonesia. (dev)