NTB Terasa Lebih Dingin, Suhu Mencapai 21,4 Derajat Celcius, Ini Penyebabnya

Ilustrasi suhu dingin (IST/JAWAPOS)

MATARAM–Ada yang merasa bahwa saat ini di NTB suhunya terasa lebih dingin pada malam hari hingga dini hari, bahkan pagi hari?

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi ini normal jelang puncak kemarau. Di mana suhu terasa lebih dingin. Bahkan Operasional Stasiun Meteorologi Bandara ZAM mencatat suhu tembus 21,4 derajat celsius pada Selasa (6/7/2021).

Lantas apa yang menyebabkan suhu lebih dingin menjelang puncak kemarau di NTB? BMKG menjelaskan, saat ini wilayah NTB sudah memasuki musim kemarau yang menyebabkan suhu terasa dingin dari biasaya. Hal itu dipengaruhi oleh monsun Australia yang membawa masa udara dingin dan kering menuju Asia melewati Indonesia khususnya NTB yang sangat dipengaruhi oleh angin monsunal.

Ketika saat siang hari terlihat cerah maka gelombang pendek akan terserap sempurna oleh permukaan bumi kemudian saat malam hari yang cerah dan tidak terdapat tutupan awan gelombang panjang akan terpancarkan seluruhnya ke angkasa tanpa adanya pantulan kembali oleh awan. “Hal tersebut yang menyebabkan pada saat malam hari suhu terasa lebih dingin,” demikian jawaban BMKG melalui Operasional Stasiun Meteorologi Bandara ZAM. (RL)