NTB Siap Pasok 35 Juta DOC Ayam

NTB Siap Pasok 35 Juta DOC Ayam
BIBIT AYAM: Antisipasi kebutuhan daging ayam di dalam daerah, Disnakeswan NTB akan memasok 35 juta bibit ayam (DOC), yang akan didatangkan dari Pulau Jawa dan Bali. (IST)

MATARAM–Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB terus menggenjot berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan daging ayam dalam daerah. Pada tahun 2017 ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB mengelurkan izin untuk memasok sebanyak 35 juta ekor DOC (bibit ayam, red) dari Pulau Jawa dan Bali.

Kepala Bidang Budidaya, Disnakeswan Provinsi NTB, Iskandar Zulkarnain mengatakan, pemasokan DOC ke Provinsi NTB sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan daging ayam di Provinsi NTB. Dimana DOC yang dimasukan ke NTB oleh lebih dari 15 orang pengusaha di tersebut dipelihara selama 24 hari baru kemudian di panen.

“DOC ayam yang kita pasok ke NTB itu ada beberapa jenis untuk memastikan ketersediaan daging dalam daerah,’ kata Iskandar, Sabtu (8/7).

Iskandar menyebut, pada semester I tahun 2017 ini, jumlah DOC yang sudah dipasok ke NTB dari pulau Bali dan Pulau Jawa mencapai 14 juta ekor DCO pedaging dan juga petelur. Sebanyak 14 juta ekor DOC pedaging dan petelur itu sudah didistribusikan ke peternak baik itu secara mandiri, maupun yang bermitra dengan pengusaha untuk selanjutnya ketika panen kembali dibeli oleh pengusaha tersebut dari peternak mitra usaha.

Pada tahun 2016 lalu, Disnakeswan Provinsi NTB memasok DOC sebanyak 34.443.364 ekor ayam, diantaranya, DOC ayam kampung, DOC ayam arab, DOC ayam petelur, DOC ayam pedaging dan DOC ayam pejantan. Selanjutnya DOC itu selain di pasok dan pelihara langsung oleh pengusaha bersama mitra, juga untuk beberapa jenis DOC ayam seperti ayam kampung, ayam arab, diberikan ke warga masyarakat melalui program bantuan dari Disnakeswan Provinsi NTB baik itu anggaran bersumber dari APBD maupun APBN.

Dikatakannya, tiap tahunnya jumlah DOC yang dipasok terus bertambah, seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan daging ayam, telur dan peternakan ayam kampung di masyarakat. Pasokan DOC, selain untuk kebutuhan pedaging, tapi juga di ternak oleh masyarakat yang nantinya menjadi petelur.

Pempprov NTB dalam hal ini Disnakeswan Provinsi NTB juga telah mengembangkan kampung unggas di sejumlah kabupaten/kota, sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan daging dan telur dalam daerah.

“Kami juga membina dan mendampingi peternak yang mendapatkan bantuan DOC ayam dalam meningatkan kualitas daging ayam yang dihasilkan. Sehingga mereka nantinya bisa memasok kebutuhan daging ayam rumah makan cepat saji yang kian menjamur di NTB,” tutupnya. (luk)