NTB Panen Pujian

JUMPA PERS : Rombongan Menko Polhukam Mahfud MD didampingi Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah melaksanakan jumpa pers usai Kunker di RRU Kantor Gubernur, Selasa (21/7). (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK )
JUMPA PERS : Rombongan Menko Polhukam Mahfud MD didampingi Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah melaksanakan jumpa pers usai Kunker di RRU Kantor Gubernur, Selasa (21/7). (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK )
Advertisement

MATARAM – Pemprov NTB panen pujian dari para petinggi negara yang datang melaksanakan kunjungan kerja (kunker), Selasa (21/7). Pujian tersebut diberikan, karena NTB dinilai telah berhasil menangani pandemi Covid-19. 

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan, pemerintah baru saja mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Tujuan utama Perpres tersebut dikeluarkan agar ekonomi negara tetap berjalan. Langkah serupa sudah terlebih dahulu dilakukan oleh Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah. “Pemerintah baru saja keluarkan Perpres Satgas. Seperti di NTB, Covid-19 dijadikan berkah yang terselubung,” ujarnya memuji saat memberikan arahan di Kantor Gubernur.

Mahfud sendiri mengaku sudah lama mengenal sosok Gubernur NTB sejak bersama-sama menjadi anggota DPR RI di Senayan. Kemampuan dan kualitas Zulkieflimansyah terbukti mampu memimpin NTB dalam menangani Covid-19. Ide, gagasan dan praktik program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang yang berbentuk sembako patut diapresiasi. Terutama Sembako yang didistribusikan merupakan produk-produk lokal NTB. “Dengan Covid-19, kegiatan ekonomi masyarakat tumbuh. Karena bantuan-bantuan yang diberikan dengan menggunakan produk lokal. Jadi Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi saling mendukung di NTB. Dan itu tujuan Presiden juga mengeluarkan Perpres,” ucapnya. 

 

Dalam konferensi pers, Mahfud MD juga menegaskan maksud kedatangannya bersama Mendagri, Panglima TNI, Kapolri dan Wakil Ketua DPD RI ke Provinsi NTB. Melalui kunjungan kerja itu, rombongannya ingin memastikan langkah-langkah konkret yang dilakukan tiap daerah dalam menghadapi Covid-19. 

Pandemi Covid-19 tidak bisa dihindari. Dampaknya juga sangat besar. Terutama untuk perekonomian. “Dan saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Bapak Gubernur NTB. Corona tidak boleh jadi penghambat, ekonomi harus dihidupkan lagi dari bawah. Covid-19 harus dilawan, tapi ekonomi harus terus dihidupkan,” ucapnya lagi memuji. 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam kesempatan tersebut menjelaskan, Gugus Tugas Covid-19 sudah tidak ada lagi. Namun diganti dengan Komite Covid-19 dan pemulihan ekonomi. “Ada Satgas Penanganan Covid-19, dan Satgas pemulihan ekonomi nasional,” terangnya. 

Hal yang penting harus dipahami dalam penanganan Covid-19, lanjutnya, garda terdepan harus memiliki kesadaran tinggi. “Pasukan terdepan melawan Covid-19 bukan tenaga medis. TNI/Polri tidak juga. Barisan terdepan itu adalah masyarakat sendiri,” katanya. 

Pujian kepada Pemprov NTB juga datang dari Wakapolri Gatot Eddy Pramono. Apresiasi yang tinggi layak diberikan untuk NTB. “Kita apresiasi Provinsi NTB,” ujarnya. 

Menurutnya, krisis kesehatan yang terjadi beberapa waktu terakhir bisa menimbulkan banyak masalah. Krisis tersebut bisa berkembang menjadi krisis ekonomi seperti yang dialami banyak daerah. Krisis ekonomi bukan menjadi satu-satunya yang harus diwaspadai. Setelah itu akan muncul krisis sosial. Kemudian krisis keamanan, dan yang paling berbahaya adalah krisis politik. ‘’Tapi di NTB tidak akan terjadi krisis ekonomi. Karena NTB kompak, dampak Covid-19 bisa diatasi,” ucapnya. 

Dalam kunker tersebut, ada juga penyampaian dari Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampurno. “Kami kunker bersama untuk lebih mengetahui kondisi di daerah. Sehingga nanti saat RDP, tinggal pendalaman. NTB kami pilih menjadi yang pertama di bagian wilayah timur,” katanya. 

Sementara itu, Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah dalam sambutannya menyampaikan, kondisi NTB di masa pandemi hingga sejauh ini terus menunjukkan perubahan yang baik. Dari 10 kabupaten/kota, tinggal beberapa daerah saja yang masih menjadi perhatian bersama. 

Beberapa waktu lalu, kata gubernur, Presiden RI Joko Widodo telah memberikan instruksi agar seluruh kepala daerah kompak mencegah sebaran Covid-19. Persoalan dampak ekonomi harus juga menjadi perhatian. “Jadi kemarin itu, Bapak Presiden menginstruksikan semua kepala daerah harus mencegah corona virus. Dampak ekonomi juga harus diperhatikan,” tuturnya. 

Provinsi NTB sendiri sejak lama telah melaksanakan instruksi Presiden tersebut. Gubernur berani meretas jalan baru dengan konsep yang matang dalam penanganan Covid-19. “Jangan terlalu serius dan fokus hanya menangani corona. Karena jangan sampai corona selesai, tapi setelah itu kita keteteran,” terangnya. 

Di NTB sendiri, lanjutnya, tinggal dua daerah yang menjadi perhatian saat ini. Terutama di Kota Mataram dan di Lombok Barat yang masih zona merah. “Yang paling menjadi fokus itu, tinggal satu daerah saja, yaitu Kota Mataram. Dan kami melihat Wali Kota Mataram sudah berusaha dan bekerja keras, cuma memang kemungkinan karena Kota Mataram terlalu padat penduduknya. Jadi kita akan keroyok Kota Mataram dan Lombok Barat sedikit lagi. Intinya NTB dalam kendali,” kata gubernur. 

Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh stakeholder terkait. Mulai dari kepala daerah di NTB, KPU, Bawaslu, dan juga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB. (zwr) 

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid