NTB Mulai Buka Kran Pengiriman 48 CPMI ke Taiwan

MELEPAS : Kepala Disnakertrans NTB I Putu Gede Aryadi saat pelepasan pemberangkatan 48 PMI ke Taiwan. (RATNA / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Putu Gede Aryadi bersama Ketua Asosiasi Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) NTB H Muhammadon, Rabu (23/2) melepas keberangkatan sebanyak 48 calon pekerja migrant Indonesia (CPMI) dengan negara tujuan Taiwan. Keberangkatan CPMI ke Taiwan, setelah sebelumnya Kemnaker melonggarkan pengiriman tenaga kerja ke 59 negara tujuan di masa adaptasi kebiasaan baru.

“Ini merupakan pemberangkatan pertama ke Negara Taiwan sektor formal di sektor kontruski, setelah sebelumnya ada 20 orang perempuan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB I Putu Gede Aryadi.

Ketua Asosiasi Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Provinsi NTB H Muhammadon mengatakan pemberangkatan ke 48 CPMI ini merupakan pengiriman perdana untuk tujuan Taiwan setelah dua tahun terakhir NTB tidak ada pengirimin TKI.

“Rencananya pemberangkatan akan dilakukan secara bertahap, 48 orang (CPMI) ini perdana. Selanjutnya akan ada pemberangkatan 30 orang pada hari Jumat,” paparnya

Dikatakan, pembukaan kembali pemberangkatan CPMI ke Negara Taiwan sesuai dengan keputusan Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Tenaga Kerja RI. Dengan dibukannya negara Taiwan sebagai salah satu negara tujuan oleh pemerintah menjadi berkah tersendiri bagi calon PMI. Pasalnya, keberangkatan ini sempat tertunda akibat Negara Malaysia yang belum membuka keran penerimaan PMI, sehingga dialihkan ke Taiwan. Dengan catatan seluruh berkas dan prosedur pemberangkatan harus sesuai dengan aturan perusahaan di Taiwan.

BACA JUGA :  Sejumlah PJU dan Kapolres Lingkup Polda NTB Berganti

Diakui saat ini, Ia sudah mendata sekitar 700 calon pekerja migran yang tengah dipersiapkan untuk diberangkatkan ke berbagai negara tujuan penempatan. Ada sekitar 200 orang pekerja akan ditempatkan di sektor pabrik, sementara 500 orang pekerja lainnya akan bekerja di sektor bangunan.

Terpisah, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Mataram, Abri Danar Prabawa mengatakan sejumlah negara yang membuka penerimaan tenaga kerja Indonesia. Namun hanya beberapa negara yang potensial untuk pengiriman tenaga kerja NTB, yakni Malaysia, Hongkong dan Arab Saudi.

“Malaysia yang terbanyak pengiriman PMI NTB), tapi Malaysia masih tutup,” ucapnya.

BACA JUGA :  BKD Bantah Soal Data Honorer Fiktif

Sementara 56 negara lainnya adalah Afrika Selatan, Aljazair, Amerika Serikat, Azerbaijan, Belgia, Bosnia dan Herzegovina, Brunei Darussalam, Denmark, Ojibouti, Ethiopia, Gabon, Ghana, Guyana, Hungaria, Irak, Italia, Jepang, Jerman dan Kenya.

Termasuk juga negara Korea Selatan, Kuwait, Lebanon, Liberia, Maladewa, Maroko, Mesir, Nigeria, Norwegia, Panama, Papua Nugini, Polandia, Perancis, Qatar, Republik Kongo. Disusul China, Rumania, Rusia, Serbia, Singapura, Thailand, Somalia, Srinlanka, Suriname, Swedia, Swiss. Ada juga Tanzania, Uganda, Uzbekistan, Yordania, Zambia dan Zimbabwe.

Dalam kesempatan itu, Gede juga berpesan aga para calon tenaga kerja migran ini untuk selalu taat aturan dan tetap menjaga baik nama Indonesia utamanya nama NTB. Termasuk juga untuk tidak terjebak dengan informasi yang menyesatkan yang bisa melanggar prosedur yang ada.

“Semua yang berangkat ke luar negeri harus secara prosedural, jangan melalui calo atau tekong yang tidak punya legalitas. Jangan terjebak pada iming-iming yang sering kali itu menjadi nonprosedural”ujarnya. (cr-rat)