NTB Minta Kemendag Setop Impor Produk Asal China

Hj Putu Selly Andayani
Hj Putu Selly Andayani.(dok)

Terkait Wabah Virus Corona

MATARAM –  Merebaknya wabah virus Corona yang menggemparkan dunia dialami China mulai dikhawatirkan berdampak terhadap produk impor makanan dan lainnya yang masuk ke NTB. Pasalnya, sejumlah produk impor hasil pertanian, peternakan dan juga kerajinan dari China masuk ke NTB.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Hj Putu Selly Andayani meminta pemerintah pusat untuk menghentikan impor sejumlah produk asal China ke NTB. Pasalnya, akan bisa membahayakan masyarakat, jika masih dilonggarkan produk impor asal China masuk ke NTB.

“Sekarang harusnya pemerintah pusat yang memberikan safety belt (sabuk pengaman). Kalau kita di daerah tidak punya kewenangan untuk melarang barang impor masuk,” kata Selly Andayani, Rabu (29/1).

Selly menyebut sejumlah produk impor asal China selama ini masuk ke NTB. Diantaranya, daging beku, buah-buahan dan bahkan mutiar pun ada impor dari China. Padahal, NTB merupakan penghasil mutiara air laut terbaik. Hanya saja, pemerintah pusat mengizinkan untuk barang impor China masuk. Namun dari pemerintah provinsi tidak dapat melarang hal tersebut.

Kementerian Perdagangan mulai memperkekat masuknya barang atau makanan impor asal China, lantaran ditakutkan, virus corona bisa menempel pada produk impor yang masuk ke NTB.  Mengingat, ada berapa hasil pertanian seperti bawang dan cabai China yang masuk Indonesia, tetapi untuk di NTB sendiri, sejauh ini tidak ada bawang merah maupun cabai China masuk.

“Itu masalahnya, jangan kita di daerah yang disalahkan (masukya barang impor), karena pusat  yang mengeluarkan izinnya. Kalau bisa jangan di kasi izin lah, biar tidak masuk NTB,” imbuhnya.

Sementara itu, Selly juga menyebut sejumlah produk asal NTB sudah dilakukan ekspor ke sejumlah negara, termasuk ke China, seperti buah manggis. Hanya saja adanya kasus wabah virus Corona di China, maka kemungkinan ekspor sejumlah produk NTB, tidak sebatas buah mangis, namun yang lainnya juga akan berdampak.

“Untuk ekspor permintaan pasti berpengaruh. Cuma yang buah kita baru pertama kali ngirim ke China,” ujar Selly.

Disisi lain, Disdag NTB juga sudah berdiskusi dengan pihak perikanan dan Teluk Awang agar hasil ikan dari sana bisa di ekspor. Dimana saat ini untuk izin mengekspor dari Kementrian Perikanan akan di percepat, agar dapat  mengekspor langsung dari NTB. (dev)