NTB Kembali Ekspor Kopi Ke Korea

MELEPAS : NTB kembali ekspor kopi ke Korea, yang difasilitasi Bank Indonesia Provinsi NTB oleh UD Berkah Alam. (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Komoditi unggulan NTB pada prinsipnya seluruh produk dilihat memiliki potensi pasar yang besar. Terutama pada sektor non tambang dengan hasil alam dan laut yang banyak dimanfaatkan. Terlebih pasar di luar pun permintaanya sangat tinggi pada produk unggulan NTB, seperti kopi. NTB kembali ekpor kopi untuk ketiga kalinya dan kini ke Korea.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB Heru Saptaji mengatakan, berdasarkan hasil meeting virtual yang dilakukan dengan BI di luar negeri memang dari sisi permintaan sangat tinggi dan hal itu menjadi sisi prioritas di daerah. Komoditi, seperti kopi, lobster, udang, vanili, teripang, mutiara dan lainnya sangat banyak diminati pasar ekspor luar negeri.

“Komodoti lobster, udang, vanili itu salah satu komoditi terbaik. Kemudian buah manggis kita salah satunya digemari di Tiongkok dan Australia. Kita juga punya potensi kopi, sarang walet dan teripang ke Taiwan dan Beijing,” kata Heru Saptaji, Senin (19/4).

BACA JUGA :  Terpuruk Corona, 50 Persen Pengusaha Menutup Usaha

Menurut Heru, tentunya ini prioritas yang akan ditata dengan baik dan bagaiamana sinergi kolaborasi. Hal itu menjadi bagian penting untuk mendorong ekspor. Karena ketika produksinya digarap, maka pasarnya sudah diciptakan, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran bagi pelaku usaha yang mau melakukan ekspor.

“Mengakselerasi itulah yang kita inginkan. Intinya bagaimana kita mendorong sektor bisnis menjadi sektor yang mampu mendorong percepatan pemulihan ekonomi. Bagaimana sektor ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi provinis NTB,” terangnya.

Dikatakan Heru, saat ini ekspor non tambang memang memiliki potensi besar. Hanya saja, kontribusinya masih sangat kecil, jika dibandingkan ekspor tambang yang mencapai 94 persen, sedangkan non tambang hanya 6 persen dan masih sangat kecil.

“Ini yang saya katakan harus di dorong, karena tambang ini kan sudah baik baik saja. Sektor non tambangnya ternyata permintaanya besar sekali, ada skala prioritas di dalamnya sebagaimana komoditas-komoditas yang kita lihat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Optimalkan Manfaat Bonus Demografi, AMMAN Dukung Kesiapan Tenaga Kerja Muda Berkualitas

Seperti ekspor komoditi yang dilakukan saat ini sudah berlangsung berturut-turut selama 3 kali. Untuk yang ketiga kalinya di ekspor sebanyak 2 kontainer atau 44 ton dilakukan oleh UMKM UD Berkah Alam ke Korea.

“Pelepasan ekspor kopi hari ini sebanyak 2 kontainer atau kurang lebih 44 ton kopi yang merupakan produk unggulan NTB ke Korea,” katanya.

Sementara itu, Sekda NTB, H Lalu Gita Aryadi, mengatakan ekspor kopi sebelumnya sudah dilakukan ke Korea dan kini kembali di ekspor dengan negara tujuan yang sama.

“Green ekonomi dan blue ekonomi ini bisa kita optimalkan sebaik mungkin. Maka tentu misi NTB yang kelima sejahtera dan mandiri mudah-mudahan segera kita wujudkan,” ujarnya. (dev)