NTB Kembali Ekspor 200 Ton Kopi ke Korea Selatan

Faturrahman (RATNA / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Provinsi NTB kembali akan mengekspor kopi sebanyak 200 ton ke Korea Selatan pada Juli 2022 mendatang. Pembelian kopi oleh Korea Selatan tersebut akan melalui eksportir kopi asal NTB, UD Berkah Alam.

“Untuk jangka pendek, pertama 200 ton kopi untuk Korea Selatan melalui CV Berkah Alam sudah terhubung dengan PO (Purchase Order),” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Faturrahman, kemarin.

Pengiriman kopi akan dilakukan secara terus menerus untuk jangka panjang. Rencananya sebanyak 400 ton kopi akan dikirim guna memenuhi kebutuhan perusahaan kopi Korea Selatan, Coffe Moly. Di mana pengirimannnya akan dilakukan secara bertahap  disesuaikan dengan muatan logistik. Sitemnya adalah PO persatuan, kadang sampai 400 ton, tapi pengirirmnnya secara bertahap, mulai dari 200 ton.

BACA JUGA :  Ekonomi NTB Triwulan III Diprediksi Melemah

“Informasinnya tahun kemarin sudah dikirim 160 ton terpenuhi,” jelasnya.

Faturahman mengatakan kopi yang akan di ekspor ke Korea Selatan adalah kopi jenis robusta. Kendati berjenis robusta, namun diakui kopi tersebut memiliki aroma yang khas kopi arobika. Hal tersebut menjadi daya tarik kopi NTB banyak diminati pasar mancanegara.

“Memang Kopi kita sudah sesuai dengan kualitas yang diinginkan (Pasar Mancanegara . Dari segi rasa kopi Lombok berbeda dengan kopi robusta lainnya. Karena kopi di Lombok lebih mendekati arah arobikanya,” tuturnya.

Selain soal rasa yang tidak berubah, kualitas kopi juga menjadi alasan kenapa Korea Selatan dan Amerika Serikat kontinue untuk mendatangkan kopi robusta dari NTB. Termasuk juga beberapa jenis produk NTB lainnya  seperti ekonomi kreatif, vanili, dan teh daun kelor.  Diketahui sejumlah komoditas andalan NTB tersebut juga akan segera dikirim dalam waktu dekat ke Singapura dan Amerika Serikat. Meski tidak dalam skala besar layaknya kopi, setidaknya ekspor seluruh komoditas tersebut tetap terhubung dengan para buyer luar negeri.

BACA JUGA :  Strategi UMKM Bakery Bertahan di Tengah Pandemi

“H Muhir 2 ton untuk vanili Juli mendatang kemudian yang lain tetap pada perputaran ekspor termasuk ekraf sudah terhubung dengan buyernya sudah dikonfirmasi dan ada B to B,” tandasnya. (cr-rat)