NTB Kelola Sampah Plastik Jadi Solar

RESMIKAN : Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah bersama unsur PT GTM dan sejumlah kepala OPD NTB saat meresmikan operasional pabrik pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar biosolar pertama di Indonesia.(ist)

GIRI MENANG – Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah meresmikan pabrik pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar solar di STIP Banyumulek, Lombok Barat. Pabrik pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar solar ini menjadi pabrik dengan teknologi pertama di Indonesia. Teknologi ini diinisiasi oleh PT GTM dari Asutralia dengan kapasitas pengolahan 1 ton sampah plastik sehari yang diolah menghasilkan 400-600 liter biosolar setara Dexilite Enduro 3.

Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah menyambut baik kehadiran pabrik pengolahan sampah plastik menjadi solar ini, karena sejalan dengan program Zero Waste yang menjadi program unggulan Pemprov NTB. “Sampah bukanlah bencana, melainkan berkah bagi ekonomi masyarakat NTB. Sepanjang, masyarakat ikut berpartisipasi menjadi bagian dari ekosistem gerakan zero waste,” kata Wagub Rohmi.
Sementara itu, Novrizal, dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup secara virtual juga menyampaikan pabrik pengolah sampah menjadi biosolar ini menjadi lompatan baru dalam pengolahan sampah plastik.

Baca Juga :  Sengkarut LCC dan PT Tripat Jadi Catatan Dewan

Menurutnya, NTB sebagai daerah yang tetap konsisten dalam program penyelamatan lingkungan hidup melalui program zero waste, dan teknologi yang hadir di NTB menjadi satu-satunya di Indonesia. “Perlu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dan komitmen bersama. Apalagi NTB adalah daerah pariwisata yang sangat sensitif dengan isu-isu sampah. Jangan sampai, orang hanya datang berwisata sekali saja karena sampah,” ujarnya.

Berdasarkan data Bank Dunia, bahwa 80 persen sampah Indonesia tidak terkelola menjadikannya pencemar nomor dua di dunia. Proyeksi kedepan, Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan tingkat pertumbuhan tahunan yang diproyeksikan pada tahun 2022 menjadi 5,50 persen. Fasilitas pengelolaan limbah baru harus memiliki kapasitas untuk berkembang dengan ruang untuk meningkatkan produksi secara modular.

Direktur dan Project Manager PT Geo Trash Management Andrew Sinclair menunjukkan mesin produksi bahan bakar yang berfungsi penuh, ramah lingkungan, yang bisa mengubah sampah plastik menjadi energi diesel, sehingga kedepannya dapat mewujudkan Lombok sebagai permata Indonesia. Fasilitas yang dimiliki PT GTM adalah menggabungkan teknologi pirolisis dengan ekstraksi biogas untuk menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan, aspal, karbon, dan lilin parafin atau turunan plastik.

Baca Juga :  Dirut Baru Harus Bisa Selamatkan PT Tripat

Setelah peluncuran pabrik pengolahan sampah plastik menjadi solar, Andrew berjanji akan mengundang tim dari Sucofindo untuk menyelesaikan pengujian pada semua emisi mesin dan keluaran produk yang dihasilkan. Setelah uji kelayanan selesai dan PT GTM akan bekerja sama dengan kelompok investor nasional dan internasional, serta grup perusahaan untuk mendanai peluncuran 10 fasilitas pengolahan plastik berskala penuh dengan kapasitas 30 ton per hari untuk Lombok, Sumbawa, Kalimantan Timur dan Bali.

Sementara itu, Farid Hardanta, Operasional Manager dan Nizar Ali selaku General Affair Manager menambahkan setelah menghadirkan teknologi ini di STIP Banyumulek, selanjutnya di TPA Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, rencananya yang berkapasitas 20 ton perhari atau dapat menghasilkan 12.000 liter solar. (zwr)

Komentar Anda